Dihadiri Nowela Idol, Perayaan Natal di KBRI Moskow Berlangsung Semarak

Nowela Idol semarakkan Perayaan Natal masyarakat Indonesia di Rusia yang berlangsung, di KBRI Moskow, Sabtu (28/12). (Foto: KBRI Moskow)
Klik untuk perbesar
Nowela Idol semarakkan Perayaan Natal masyarakat Indonesia di Rusia yang berlangsung, di KBRI Moskow, Sabtu (28/12). (Foto: KBRI Moskow)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Nowela Idol atau Nowela Elizabeth Mikhelia Auparay menyemarakkan perayaan Natal masyarakat Indonesia di Rusia. Nowela hadir untuk berbagi kebahagiaan dan kebersamaan dengan masyarakat Indonesia di Rusia dalam perayaan Natal 2019 di KBRI Moskow, Sabtu (28/12).          

Kehadiran Nowela disambut antusias oleh sekitar 250 orang yang hadir pada acara tersebut, yang sebagian besar adalah mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di negeri beruang merah ini.    

Nowela mengatakan, suatu pengalaman yang sangat berharga bisa datang ke Moskow dan bertemu dengan masyarakat Indonesia di Rusia. Menurut penyanyi berdarah Batak dan Papua ini, meskipun tidak ada salju saat perayaan Natal atau white Christmas sebagaimana harapan sebelum ke Moskow, kehangatan dan kebersamaan tetap dirasakan di musim dingin Moskow di penghujung tahun 2019.        

Berita Terkait : Nadiem: Keberagaman Dorong Terwujudnya SDM Unggul

“Saya berharap Natal tahun ini membawa suka cita buat seluruh masyarakat Indonesia di Rusia. Acara ini sebagai bentuk dari persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia di Rusia,” kata Nowela seperti keterangan dari KBRI Moskow yang diterima redaksi, Senin (30/12)        

Nowela menunjukkan kepiawaiannya dalam menyanyi. Sejumlah lagu dipersembahkan pemenang Indonesian Idol musim kedelapan ini. Lagu-lagu tersebut seperti White Christmas, Karena Cinta, Santa Claus is coming to town, All I want for Christmas is you, Aku Papua, dan Cinta.          

Masyarakat Indonesia dan tamu undangan lainnya yang hadir tidak hanya mendengarkan dan menyaksikan Nowela menunjukan suara emasnya, tetapi juga berbaur dan menari saat Nowela membawakan lagu Maumere dan Poco-poco. Tidak ketinggalan pula Duta Besar RI untuk Rusia merangkap Belarus, M Wahid Supriyadi, dan Wakil Kepala Perwakilan RI, Azis Nurwahyudi menari bersama.          

Berita Terkait : Perayaan Natal di KBRI Beijing, Sederhana Tapi Meriah

Pada perayaan Natal ini dipersembahkan juga tarian daerah, yaitu Rantoeh Jaro (Aceh) dan Yapong (Jakarta), berbagai lagu, termasuk dari kelompok paduan suara Gereja Katholik St. Louis Moskow dan masyarakat Indonesia di Rusia, pembacaan puisi, dan ucapan Natal dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia. Para pengisi acara tersebut adalah murid Sekolah Indonesia Moskow (SIM), mahasiswa Indonesia di Rusia, dan masyarakat Indonesia lainnya di Rusia, serta sejumlah warga Rusia.          

Perayaan Natal dihadiri oleh masyarakat Indonesia di Rusia dan juga masyarakat Rusia sahabat Indonesia. Di antara WNI yang hadir tidak hanya yang berdomisili di Moskow, tetapi dari berbagai kota lainnya di Rusia, seperti Kazan, St. Peterburg, Volgograd, dan Tambov yang datang ke Moskow, bahkan ada yang datang menggunakan kereta api dengan lama perjalanan sekitar 9-10 jam. Selain itu, perayaan Natal tidak hanya dihadiri oleh umat Kristiani, tetapi juga umat beragama lainnya, seperti Islam dan Kristen Orthodox.          

Dubes Wahid dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang majemuk. Dubes Wahid menghimbau kepada masyarakat Indonesia di Rusia untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, serta kerukunan. “Selamat Natal. Semoga tahun depan lebih diberikan keberkahan dan kebahagiaan bagi kita semua,” kata Dubes Wahid.          

Berita Terkait : Ketua MPR: Natal Momentum Perkuat Semangat Kebhinekaan

Perayaan Natal ini diselenggarakan oleh Persekutuan Kristen Indonesia di Rusia (PERKI) yang didukung KBRI Moskow. Samuel, Ketua Panitia Natal 2019 Perki mengatakan bahwa Natal kali ini bertemakan Hiduplah Sebagai Sahabat bagi Semua Orang dan subtema Kasih dalam Kebhinekaan.        

Sebelum acara perayaan Natal, masyarakat Indonesia umat Kristiani terlebih dahulu melaksanakan ibadah yang dipimpin oleh Romo Laurentius Lemdel, SVD, seorang Pastor Warga Negara Indonesia yang tinggal di Volgograd, sekitar 970 km dari Moskow. [USU]