RMco.id  Rakyat Merdeka - Hujan lebat pada Selasa (31/12) petang membuat wilayah kota Bekasi dikepung banjir pada awal tahun 2020, Rabu pagi, 1 Januari 2020. Setelah seharian, Kamis pagi air mulai surut. Warga siap bersih-bersih.

Meski tadi malam hujan lebat, tapi pagi ini air udah surut. Listrik juga sudah hidup. "Pengalaman luar biasa, jadi ada peer di awal tahun, kami sudah bersih-bersih," kata Yeni (37), yang tinggal di Duta Indah Jati Makmur, Bekasi.

Baca Juga : Kementerian PUPR Janji Perhatikan Aspirasi Anggota DPR

Sebelumnya, air di kompleksnya mencapai ketinggian 1,5 meter. Ketika Yeni berusaha melewati banjir dengan jalan kaki, air mencapai mulutnya.

"Sekarang tinggal bersih-bersinya," imbuhnya.

Baca Juga : Sambut Pilkada, Semua Jagoan Golkar Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Sebelumnya, Hesty (43) dari Bekasi Timur kaget daerahnya kebanjiran. Ini pertama kali katanya kediamannya kebanjiran. "Rumah saya udah tinggi ini pertama kali kejadiannya," katanya.

Wilayah Kecamatan Rawalumbu dan Mustikajaya juga kebanjiran. Air menggenangi rumah-rumah warga di kedua wilayah tersebut. Di wilayah Kecamatan Rawalumbu, banjir menggenangi rumah-rumah warga sejak pukul 02.00 WIB.

Baca Juga : Kontroversi `Pasukan Rajawali`

"Rawalumbu duluan banjir karena jalanan di sini hujan sebentar saja sudah banjir. Dan ini hujan sampai saat ini belum reda juga. Kami meminta pertolongan pihak BPBD untuk mengevakuasi warga juga," kata Saiful (26).

Banjir juga menggenangi Kampung Lebak di Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara. Di kampung itu, genangan akibat banjir yang pada Selasa (31/12) pukul 23.00 WIB hanya setinggi telapak kaki pada Rabu pagi naik menjadi setinggi dada orang dewasa. [MEL]