Siapa Qassem Soleimani? Kenapa Dia Jadi Target AS?

Mayjen Qassem Soleimani (Foto: Net)
Klik untuk perbesar
Mayjen Qassem Soleimani (Foto: Net)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Jenderal Qassem Soleimani, Kepala Pasukan Elite Quds Iran, Komandan Tertinggi Pasukan Elit Quds, tewas bersama enam orang lainnya dalam serangan udara yang dilancarkan AS di Bandara Internasional Baghdad, Irak, Jumat (3/1).

Salah satu yang tewas bersama Soleimani adalah Komandan Milisi Irak, Abu Mahdi Al Muhandis.

Kematian Soleimani telah dikonfirmasi Kementerian Pertahanan AS. Soleimani memang jadi target AS, karena ia adalah otak Iran melawan perang proksi di Timur Tengah.

Ia lihai mengilhami para milisi di medan perang, dan menegosiasikan para pemimpin politik.

Baca Juga : Sensasi Teknologi Perbankan Meriahkan BNI Java Jazz Festival 2020

Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo, bahkan menganggap Soleimani sama bahayanya dengan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi, yang tewas selama operasi militer Amerika di Idlib, Suriah beberapa bulan lalu.

Soleimani yang lahir di desa Qanat-e Malek, Rabor, Provinsi Kerman pada 11 Maret 1957, berasal dari keluarga petani miskin.

Di masa mudanya, Soleimani pernah bekerja sebagai kontraktor. Kemudian, pada tahun 1979, Soleimani bergabung dengan Kelompok Garda Revolusi Islam (IRGC) setelah Revolusi Iran.

Revolusi ini adalah titik awal Ayatollah Khomeini berkuasa. Soleimani pun merintis karier militernya, dan terus bersinar.

Baca Juga : 3 Serikat Buruh Hidupkan MPBI

Karier militernya dimulai pada masa awal Perang Iran-Irak tahun 1980-an. Kala itu, ia memimpin Divisi ke-41. Selanjutnya, Soleimani banyak dilibatkan dalam operasi ekstrateritorial.

Selain itu, ia juga memberikan bantuan militer kepada kelompok-kelompok Syiah dan Kurdi anti-Saddam Hussein di Irak, Hizbollah di Lebanon, dan Hamas di wilayah Palestina.

Tahun 1998, Soleimani menjabat sebagai Komandan Pasukan Quds, yang merupakan Divisi Pasukan Elite Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Iran. Pasukan ini bertanggung jawab untuk operasi militer ekstrateritorial dan klandestin. 

Pada 2012, Soleimani membantu memperkuat pemerintah Suriah, yang merupakan sekutu penting Iran, selama perang saudara Suriah.

Baca Juga : Bertemu Presiden Jokowi, Tony Blair Happy Masuk Tim Pemindahan Ibu Kota

Soleimani juga membantu komando gabungan pemerintah Irak dan pasukan milisi Syiah, yang berperang melawan kelompok Islamic State of Iraq and Levant/Syria (ISIL/ISIS) pada 2014-2015. [HES]