Sumber Intelijen AS Kantongi Fakta Pendukung

PM Trudeau: Pesawat Milik Ukraina Jatuh Terserempet Rudal Iran

PM Kanada Justin Trudeau (kanan), dalam konferensi pers di Ottawa, Kamis (9/1). Membahas tentang kecelakaan pesawat milik Ukraina yang jatuh di Teheran, Iran, Rabu (8/1). (Foto: Twitter)
Klik untuk perbesar
PM Kanada Justin Trudeau (kanan), dalam konferensi pers di Ottawa, Kamis (9/1). Membahas tentang kecelakaan pesawat milik Ukraina yang jatuh di Teheran, Iran, Rabu (8/1). (Foto: Twitter)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pejabat Intelijen AS memiliki sejumlah bukti yang mendukung fakta bahwa pesawat Ukraine International Airlines yang mengalami kecelakaan di Bandara Imam Khomeini Teheran pada Rabu (8/1) dan menewaskan 176 orang, jatuh karena terserempet rudal Iran. Salah sasaran.

Sekadar latar, pesawat itu jatuh, tak lama setelah dua pangkalan AS dirudal Iran.

PM Kanada Justin Trudeau juga menyebut, sumber-sumber intelijen negaranya juga menyalahkan Iran atas serangannya, yang salah sasaran.

"Sumber-sumber intelijen di negara kami, dan juga negara sekutu menyebut bahwa pesawat jatuh karena rudal Iran yang salah sasaran. Ini mungkin tidak disengaja," kata Trudeau, seperti dilansir NBC News, Jumat (10/1).

Namun, Trudeau ogah menjawab pertanyaan, apakah Kanada menyalahkan Amerika Serikat (AS) atas tewasnya Komandan Militer Iran Jenderal Qassem Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak, di Bandara Baghdad, Irak, pekan lalu.

"Saya pikir, itu adalah salah satu dari banyak pertanyaan yang ada di benak orang-orang. Mereka semua berusaha mencari jawaban," kata Trudeau dalam bahasa Prancis.

Baca Juga : Pemprov Gerak Cepet Dong Angkut Sampah Sisa Banjir

"Tetapi untuk saat ini, saya hanya ingin menggarisbawahi pentingnya memiliki investigasi yang lengkap dan kredibel, sehingga kami bisa mendapatkan fakta-fakta itu. Kami dapat terus menganalisis berdasarkan fakta-fakta ini," imbuhnya.

Meski Ottawa tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Teheran, Trudeau minta investigator Kanada turut dilibatkan dalam penyelidikan tersebut.

"Kami telah bersama Ukraina dalam barisan tim investigasi," ujar Trudeau.

Sejauh ini, Iran terlihat cukup terbuka dengan keterlibatan Kanada.

Menurut laporan awal yang dirilis pemerintah Iran pada Kamis (9/1), pesawat Boeing 737 milik Ukraina itu jatuh beberapa saat setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini.

Laporan itu mengatakan, kru tidak pernah membuat panggilan radio untuk meminta bantuan, dan berusaha kembali ke bandara ketika pesawat itu jatuh.

Baca Juga : Ingin Akhiri Perang Selama 18 Tahun, AS-Taliban Teken Perjanjian Bersejarah

Sampai saat ini, investigator dari Organisasi Penerbangan Sipil Iran belum memberikan keterangan apa pun terkait hal ini.

Di lain pihak, Presiden AS Donald Trump mengaku memiliki sejumlah kecurigaan. "Tragis. Mungkin saja, hal ini terjadi karena ada orang lain yang melakukan kesalahan. Pesawat itu terbang di tengah situasi dan kondisi yang kurang baik. Mungkin saja, ada yang melakukan kesalahan," ungkap Trump.

167 penumpang dan 9 kru yang tewas dalam pesawat nahas itu berasal dari berbagai negara. Ada 82 warga Iran, 63 Kanada, dan 11 Ukraina.

Mayoritas penumpang adalah mahasiswa internasional yang kuliah di Kanada. Mereka ingin kembali ke Toronto lewat Kyiv, usai liburan musim dingin.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan, pihaknya akan mengusut tuntas masalah ini. Ia pun telah mendatangkan investigator ke Iran, untuk menyelidiki hal tersebut.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Ukraina di Iran menyebut, kecelakaan pesawat itu terjadi karena masalah mesin. Mengesampingkan kemungkinan adanya serangan teroris atau roket.

Baca Juga : Gempa M3,8 Getarkan Daruba, Maluku Utara

Namun, saat ini, informasi tentang hal itu telah dihapus dari situs resmi Kedutaan Besar Ukraina di Iran. Sekarang tertulis, musibah kecelakaan ini sedang dalam penyelidikan.

Info lain dari laporan Iran menyebutkan, seorang saksi mata yang menyaksikan kecelakaan itu terjadi, dan juga kru pesawat lain yang melintas, mengaku melihat benda terbang mirip pesawat. Tak lama, pesawat nahas itu pun dilalap api.

Kecelakaan yang terjadi sebelum fajar itu menyebabkan ledakan besar. Maklum saja, pesawat telah penuh dengan bahan bakar untuk penerbangan ke Kyiv, Ukraina.

Serpihan bodi pesawat dan barang-barang penumpang tersebar di hamparan luas lahan pertanian. Kedua kotak hitam yang berisi data dan komunikasi kokpit dari pesawat itu berhasil dipulihkan, meski rusak. [HES]