Istri Mau Lahiran, Menteri Lingkungan Hidup Jepang Cuti 2 Minggu

Menteri Lingkungan Hidup Jepang Shinjiro Koizumi beserta istri, Christel Takigawa (Foto: Instagram)
Klik untuk perbesar
Menteri Lingkungan Hidup Jepang Shinjiro Koizumi beserta istri, Christel Takigawa (Foto: Instagram)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Lingkungan Hidup Jepang Shinjiro Koizumi kini sedang siap-siap mengambil paternity leave, alias hak cuti bagi pekerja laki-laki yang baru memiliki anak selama dua pekan penuh.

Menurut perkiraan, bayinya akan lahir pada akhir Januari 2020.

Berita Terkait : Siang Ini, Mantan Menteri UPW Mien Sugandhi Dimakamkan di TMP Kalibata

Keputusan itu sontak menjadi headline di Jepang, mengingat Koizumi adalah menteri pertama di kabinet Jepang yang mengambil cuti ini.

Di Jepang, pekerja laki-laki dan perempuan diperkenankan mengambil cuti hingga satu tahun, saat anak mereka lahir. Namun, hanya 6 persen ayah yang mengambil cuti ini, mengingat tekanan pekerjaan yang begitu tinggi. Sementara pekerja wanita yang mengambil cuti tersebut, mencapai 82 persen.

Baca Juga : Deputi Kementerian Perekonomian Apresiasi Kemajuan Proyek RDMP Balikpapan

"Saya akan mengambil paternity leave selama dua minggu, pada bulan pertama kelahiran anak. Masa di mana seorang ibu menanggung beban berat. Untuk itu, saya telah menetapkan prioritas tugas-tugas negara dan menyusun manajemen krisis secara menyeluruh," ujar menteri berusia 38 tahun itu kepada wartawan, Rabu (15/1).

Selama masa cuti, Koizumi akan mengintensifkan korespondensi melalui email dan video conference. Ia juga akan berkoordinasi dengan deputi yang mewakilinya dalam pertemuan bisnis, bila diperlukan.

Baca Juga : Telkomsel Perkuat Jaringan Di 5 Lokasi Wisata Super Prioritas

"Saya tidak akan melewati aktivitas publik yang penting, seperti sesi parlemen," kata rising star di dunia politik Jepang, yang merupakan anak kedua dari eks PM Jepang Junichiro Koizumi.

Rencana Koizumi mengambil paternity leave yang dilontarkan sejak tahun lalu, sempat memicu pro dan kontra. "Jepang kaku dan ketinggalan zaman. Masyarakat langsung terjebak dalam keributan tentang pro dan kontra, hanya karena saya lontarkan rencana akan mengambil cuti saat kelahiran anak," ungkap Koizumi, yang menikahi presenter berita berbahasa Prancis dan Jepang, Christel Takigawa (42), seperti dikutip BBC, Kamis (16/1). [HES]