China Laporkan Lagi 17 Kasus Virus Corona

Para penumpang satu-satu melewati engukur suhu tubuh di Bandara Internasional Beijing, China. (Foto AP/Ng Han Guan)
Klik untuk perbesar
Para penumpang satu-satu melewati engukur suhu tubuh di Bandara Internasional Beijing, China. (Foto AP/Ng Han Guan)

RMco.id  Rakyat Merdeka - China melaporkan 17 kasus pneumonia yang disebabkan jenis coronavirus baru pada Minggu (19/1). Hal itu memicu kekhawatiran di tengah meningkatnya mobilitas warga yang bersiap-siap untuk merayakan Tahun Baru Imlek China.

Tahun Baru Imlek China adalah liburan sepekan yang dimulai dari 24 Januari tahun ini. Mobilitas warga sangat tinggi karena mereka ingin mudik dan mengisi waktu dengan keluarga. 

Berita Terkait : Meski Telat, Pemkot Wuhan Larang Warganya Bepergian

"Tiga dari pasien itu sakit parah," pernyataan Komisi Kesehatan Kota Wuhan, dilansir Reuters. Jumlah total pasien yang terinfeksi virus Corona di China, telah meningkat menjadi 62 orang. Semuanya di kota Wuhan, China tengah. Dua orang telah meninggal.

Mengenai 17 pasien baru mulai menunjukkan gejala seperti demam atau batuk sebelum 13 Januari. Virus baru itu keluarga besar coronavirus yang mencakup Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS), yang menewaskan hampir 800 orang secara global selama wabah 2002-2003 yang juga dimulai di China.

Berita Terkait : China Diserang Virus Corona, RS Hassan Sadikin Siaga

Amerika Serikat mengatakan pada Jumat (17/1) akan memulai upaya penyaringan penumpang di tiga bandara AS untuk melacak para pelancong dari Wuhan yang mungkin memiliki gejala demam. Meski Para ahli mengatakan virus baru tampaknya tidak mematikan seperti SARS, dan tidak jelas apakah penularan dari manusia ke manusia dapat terjadi, Thailand telah melaporkan dua kasus virus.  Dan Jepang melaporkan satu. Semua kasus sejauh ini melibatkan orang-orang yang tinggal di Wuhan atau yang melakukan perjalanan. [MEL]