Dua Polisi Tewas Dalam Penembakan di Diamond Head Hawaii

Insiden penembakan menewaskan dua petugas di dekat Diamond Head di Honolulu pada hari Minggu.  Pria bersenjata itu membakar sebuah rumah dan api menyebar ke rumah-rumah yang bersebelahan. (Foto Associated Press/Jamm Aquino)
Klik untuk perbesar
Insiden penembakan menewaskan dua petugas di dekat Diamond Head di Honolulu pada hari Minggu. Pria bersenjata itu membakar sebuah rumah dan api menyebar ke rumah-rumah yang bersebelahan. (Foto Associated Press/Jamm Aquino)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dua polisi tewas ditembak pada Minggu waktu setempat, di dekat salah satu tempat paling indah di Hawaii, Diamond Head. Beberapa rumah juga dibakar dalam insiden itu. Gubernur Hawaii David Ige membenarkan kematian para petugas di Twitter.

"Seluruh negara bagian kami berduka atas hilangnya dua polisi Honolulu yang terbunuh dalam menjalankan tugas pagi ini," tulis Ige.

Baca Juga : TVRI, Buaya, dan Bola

"Kami menyatakan belasungkawa kepada keluarga, teman, dan kolega mereka, mari kita juga bersama-sama membantu dan mendukung mereka."

Menurut polisi, pelaku yang menggunakan senapan AR-15, sudah mati, tetapi mereka belum mengonfirmasi hal itu karena kebakaran. Lingkungan tersebut telah  diamankan.

Baca Juga : Bahasa Tunjukkan Harga

Walikota Honolulu KirkCaldwell mengucakan belasungkawa di Facebook: "Saya ingin menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarga dan teman-teman dari dua petugas serta seluruh Departemen Kepolisian Honolulu. Ini adalah tragedi yang belum pernah terjadi sebelumnya karena tidak hanya Kota dan Kabupaten Honolulu. tapi seluruh negara bagian Hawaii."

Dilansir ABCNews, FBI telah mengirim agen ke tempat kejadian. Video telepon seluler yang diposting di Twitter oleh reporter dari afiliasi Honolulu ABC KITV menunjukkan mobil-mobil polisi dan ambulans mengerumuni sebuah lingkungan dekat Taman Kapiolani, sekitar 3kilometer dari Diamond Head Beach Park. Asap bisa terlihat di video yang berasal dari beberapa rumah.

Baca Juga : Balitbangtan Tentukan Flagship Penelitian Pangan

Insiden penembakan itu terjadi sekitar satu bulan setelah seorang pelaut usia 22 tahun di Pearl Harbour, Amerika Serikat, menembak tiga warga sipil sebelum akhirnya dia bunuh diri. Dua dari tiga korban yang ditembak itu meninggal.[MEL]