Virus Korona Makin Menyebar, Wali Kota Wuhan Didesak Mundur

Wali Kota Wuhan, Zhou Xianwang (Foto: SCMP)
Klik untuk perbesar
Wali Kota Wuhan, Zhou Xianwang (Foto: SCMP)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wali Kota Wuhan, Zhou Xianwang kini sedang di ujung tanduk. Ia didesak mundur, karena dianggap tak mampu menangani penyebaran coronavirus atau virus Korona, yang kini mendunia.

Dalam wawancaranya dengan stasiun TV pemerintah pada Selasa (22/1), Zhou mengatakan, peringatan pemerintah tak cukup memerangi wabah virus Korona.

Sepanjang sesi wawancara tersebut, Zhou juga diserang karena lamban bertindak mengatasi kasus ini.

Berita Terkait : Wabah Corona Makin Membludak di Korsel, BTS Batalkan Konser

Seandainya info yang tepat tentang penyakit tersebut dibagikan lebih awal, dan pemerintah tidak membiarkan pertemuan massa di tengah endemik penyakit, mungkin kondisinya tidak akan separah ini.

Asal tahu saja, saat ini virus Korona yang diketahui berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China telah menginfeksi 582 orang, dan merenggut 17 nyawa.

"Dari perspektif pemahaman situasi yang berkelanjutan, hanya pada saat inilah semua orang menyadari, bahwa virus itu sangat berbahaya," kata Zhou, yang menjabat Wali Kota Wuhan sejak September 2018, seperti dilansir South China Morning Post, Kamis (23/1).

Berita Terkait : China Laporkan Penurunan Jumlah Kasus Infeksi Baru, Terendah Sejak 23 Januari

"Jika kita tahu sejak awal bahwa itu berbahaya, maka kita akan menemukan metode kontrol dan pencegahan yang efektif. Tapi masalahnya, kadang kita tidak menyadari beratnya masalah itu sejak awal," kilah Zhou.

Cuplikan video wawancara yang diposting di media sosial China itu pun memantik amarah netizen.

Mereka menuding Zhou telah melalaikan tugasnya, dan meminta pria berusia 57 tahun itu untuk segera mundur.

Berita Terkait : Corona Ngamuk Utang Numpuk

Perbedaan pendapat jarang terjadi di China. Terutama karena dalam beberapa tahun belakangan ini, Beijing telah mengarahkan masyarakat sipil untuk memastikan netizen bersikap sesuai garis pemerintah.

Namun, lain halnya dengan kasus Zhou. Seorang blogger berpengikut 6,8 juta orang menulis, jika masih memiliki martabat, Zhou sebaiknya mundur secara sukarela.

"Zhou telah mengabaikan upaya pencegahan dan pengendalian wabah penyakit," ujar netizen. [HES]