Gamelan dan Tari Bali Hibur Profesional Muda Washington DC

Para pengunjung mencoba bermain gamelan di KBRI Washington DC. (Foto KBRI Washington DC)
Klik untuk perbesar
Para pengunjung mencoba bermain gamelan di KBRI Washington DC. (Foto KBRI Washington DC)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC kembali menggelar pertunjukan gamelan dan tari Bali. Lebih dari 100 pekerja profesional di ibu kota AS itu memenuhi gedung KBRI, yang masuk dalam daftar gedung bersejarah dan terletak di salah satu kawasan premium di Washington DC.

Dalam keterangan yang diterima RMco.id, para pekerja profesional ini hadir  Usa sibuk menikmati hiburan kesenian tradisional yang disuguhkan KBRI, usai mereka pulang kantor atau selesai berkegiatan.

“Malam ini kami menampilkan salah satu intangible heritage yang dimiliki Indonesia dan telah menjadi warisan budaya dunia, yaitu Gamelan dan Tarian Bali,” kata Wakil Duta Besar Iwan Freddy Hari Susanto, merujuk pada 9 tari Bali yang telah masuk dalam Daftar Warisan Dunia Tak Benda UNESCO pada 2015.

Iwan menambahkan, di samping kekayaan seni budayanya, Bali merupakan top destination wisata dunia, bahkan pernah dinobatkan di peringkat pertama dari 25 destinasi terbaik dunia oleh situs perencana perjalanan TripAdvisor.

Baca Juga : Peradi dan PN Jaksel Sosialisasi E-Court untuk Peradilan Cepat, Tepat dan Murah

  “Karena itu, kesan yang Anda dapatkan dari pertunjukan yang sangat bagus malam ini baru akan lengkap bila saat liburan nanti Anda benar-benar datang mengunjungi Bali, dan pulau-pulau lainnya di Indonesia yang juga tidak kalah indahnya,” lanjut Iwan disambut tepuk tangan para tamu yang hadir.

“Berapa banyak selebriti dunia asal AS yang telah mengunjungi Bali? Silakan mengikuti jejak mereka,” sambungnya lagi-lagi disambut tepuk tangan meriah para tamu saat nama-nama para selebriti itu disebut satu per satu. 

 

Hampir tiap tahun, memang ada saja para pesohor dan selebriti dunia menjejakkan kaki di Bali. Sebut saja Richard Gere (2011), Mila Kunis dan Ashton Kutcher (2012), Paris Hilton (2015), penyanyi muda R&B Khalid Donnel Robinson (2018) hingga Kim Kardashian (2019). Bahkan Julia Roberts memilih salah satu tempat syuting filmnya “Eat, Pray, Love” di Bali (2013). Tidak ketinggalan mantan Presiden Barack Obama bersama keluarganya juga berlibur ke Bali hanya beberapa bulan setelah purna tugas sebagai Presiden AS.

Yang juga menarik dari pertunjukan malam itu adalah para pemain gamelan dan penari, hampir separuhnya adalah warga AS pecinta seni budaya Indonesia. Mereka rutin mengikuti kelas Gamelan Bali KBRI Washington DC. pimpinan I Nyoman Suadin, peraih penghargaan Ambassador’s Excellence Award in Arts and Culture 2019 dari Duta Besar RI untuk AS, Mahendra Siregar.

Baca Juga : Thailand Masters 2020, Gregor Terhenti di Delapan Besar

Meriahnya Gamelan Bali dan dinamisnya Tari-tarian Puspanjali, Selisir, Topeng dan Oleg memukau para penonton. Tampilan busana dan riasan para penari membuat permintaan swafoto tak terbendung. Para tamu juga sangat antusias mencoba memainkan gamelan dan mengikuti gerakan tarian Bali yang diperagakan para pemain dan penari di saat jeda dan bahkan setelah pertunjukan berakhir. 

Di samping penampilan seni dan budaya Bali, para tamu disuguhi nikmatnya hidangan khas Bali, di antaranya sate lilit dan ayam suwir sambel matah yang disiapkan diaspora Indonesia asal Bali, pasangan I Made Djangkuak dan Datrini Djangkuak.

“Rasanya sangat khas dan enak sekali!” kesan Danielle, WN Kanada yang tinggal di Maryland. 

“Saya harap KBRI sering mengadakan pentas seni budaya seperti ini. Luar biasa. Selama ini saya hanya melihat indahnya Bali di televisi, namun baru kali ini menyaksikannya langsung. Bali masuk dalam daftar liburan saya berikutnya!” ucap Samantha, WN AS di Washington, DC.

Baca Juga : Australia Open, Serena Keok Lawan Petenis China

Pagelaran seni budaya Indonesia ini merupakan kerja sama KBRI Washington, DC dengan ThingsToDo DC, sebuah organisasi jejaring sosial untuk para profesional muda di ibu kota AS, yang memiliki anggota lebih dari 175.000 orang.

Meskipun sebagian tamu mengetahui Bali, namun promosi wisata Bali tetap diperlukan, sekaligus sebagai faktor penarik bagi wisatawan AS untuk mengenal dan mengunjungi destinasi-destinasi wisata lainnya seperti “10 Bali Baru”. Berdasarkan data BPS, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari Amerika Serikat ke Indonesia pada periode Januari - September 2019 mencapai 482.500 orang, mengalami kenaikan sebanyak 12,98 persen dibandingkan periode yang sama pada 2018 sebanyak 427.200 orang.  [MEL]