Peringati 70 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Thailand

KBRI Bangkok Gelar Batik Workshop

Suasana Batik Workshop di Bangkok, Thailand. (Foto KBRI Bangkok)
Klik untuk perbesar
Suasana Batik Workshop di Bangkok, Thailand. (Foto KBRI Bangkok)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok, Thailand berkolaborasi dengan Queen Sirikit Museum of Textiles (QSMT) menggelar Workshop Batik pada 23-26 Januari 2020. Batik workshop merupakan salah satu kegiatan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik RI-Thailand.

“Sebagai Duta Besar Indonesia yang berlatarbelakang etnik Jawa, saya sangat berbangga hati dengan kegiatan pameran dan lokakarya batik," kata Duta Besar RI untuk Thailand Ahmad Rusdi ketika membuka  acara Batik Workshop, Kamis (23/1), dalam keterangan untuk RMco.id.

Dubes Rusdi juga menggarisbawahi arti penting batik sebagai salah satu bentuk seni dan kerajinan serta bukti kreativitas agar tidak lekang oleh waktu. Hal ini senada dengan tema peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Thailand “Innovation and Creativity” di tahun 2020. 

Berita Terkait : Peringati 70 Hubungan Diplomatik, Kapal Iran Kunjungi Jakarta

Pembukaan Batik Workshop dilaksanakan bersamaan dengan private viewing rotasi koleksi Batik Jawa Raja Rama V (King Chulalongkorn of Siam) yang dipamerkan di QSMT sejak 29 Oktober 2018. 

Wakil dari keluarga Kerajaan Thailand Thanpuying Charungjit Teekara bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi, dan Deputi Dirjen Asia Timur Kemenlu Thailand menghadiri kegiatan ini, beserta wakil instansi terkait, asosiasi bisnis, friends of Indonesia, Diaspora Indonesia, International Women Club dan media.

Selama hampir 1 tahun 3 bulan dipamerkan, Batik Jawa menjadi daya tarik bagi pengunjung Museum, baik masyarakat Thailand maupun turis mancanegara, terlebih lagi QSMT ini terletak di dalam kompleks Grand Palace, yang merupakan destinasi wisata utama di kota Bangkok. Untuk itulah, melalui kolaborasi KBRI Bangkok dan QSMT, didatangkan dua pembatik dari Kesultanan Yogyakarta sebagai narasumber Batik Workshop. 

 

Berita Terkait : Menlu Lavrov Buka Pameran Arsip 70 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Rusia

Dengan Rotasi dan Workshop ini pengunjung Museum dapat menikmati keindahan dan keagungan Batik Jawa, koleksi Raja Rama V serta sekaligus mengetahui dan mempelajari teknik membuat Batik yang merupakan salah satu Warisan Budaya Tak Benda UNESCO ini. 

Pada acara ini para tamu juga dapat melihat penampilan Tari Merak dan Tari Bhayangkari yang dibawakan para siswi dari Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), serta menikmati aneka jajanan dan kue khas Indonesia.

Selanjutnya, para tamu mengikuti tour dan berpartisipasi dalam Batik Workshop untuk secara langsung terlibat dalam proses pembuatan batik yang menghadirkan dua pengrajin batik dari Yogyakarta dengan membawa perlengkapannya seperti kain, canting, dan lilin. [MEL]