Perang Melawan Virus Wuhan, China Mobilisasi Dokter Militer

Staf medis bersumpah untuk berperang melawan virus Korona jenis baru di sebuah rumah sakit di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Rabu (22/1). (Foto: Xinhua/Cheng Min)
Klik untuk perbesar
Staf medis bersumpah untuk berperang melawan virus Korona jenis baru di sebuah rumah sakit di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Rabu (22/1). (Foto: Xinhua/Cheng Min)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah China dilaporkan telah memobilisasi dokter militernya, untuk bergerak cepat memerangi coronavirus atau virus Korona yang bermula dari Kota Wuhan.

Stasiun TV pemerintah CCTV melaporkan, komando militer pusat telah memerintahkan staf medisnya, untuk membantu para dokter dan perawat sipil.

40 petugas medis dari rumah sakit militer kota telah mulai bekerja di ruang Intensive Care Unit (ICU) Wuhan Pulmonary Hospital. Dalam beberapa hari ke depan, RS Umum Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) juga akan mengirim lebih banyak dokter bantu, yang siap berada di garis depan.

Jumat (24/1) malam ini, China Daratan telah mengkonfirmasi 890 kasus virus Wuhan, yang berakhir dengan 26 kematian.

Berita Terkait : Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtekar Terjangkit Virus Corona

Secara total di seluruh dunia, virus ini telah menjangkiti 918 orang. Thailand 5 orang, Taiwan dan Singapura 3 orang. Serta Hongkong, Macau, Korea Selatan, Jepang, Vietnam, dan AS masing-masing 2 orang.

Saat ini, Wuhan tengah bergegas membangun rumah sakit darurat di pinggiran kota, sebagai tempat karantina dan pusat pengobatan pasien coronavirus. Mereplikasi langkah yang pernah dilakukan Beijing saat berperang melawan virus saluran pernapasan akut alias SARS, 17 tahun lalu.

April 2003, Beijing membangun fasilitas serupa di Kota Xiaotangshan, yang berkapasitas 1.000 tempat tidur. Namanya, PLA SARS Hospital.

Rumah sakit ini mengobati hampir 15 persen pasien SARS di China, hanya dalam tempo dua bulan.

Berita Terkait : Trump Pastikan AS Siap Hadapi Wabah Virus Corona

Setelah rumah sakit baru dan pusat karantina di Wuhan siap, RS Umum PLA akan mengirim staf dari Pusat Penyakit Menular untuk menghentikan penyebaran virus Korona jenis baru itu.

"Kami bersumpah untuk mengikuti segala perintah, berkorban jika diperlukan, melakukan pekerjaan dengan kesungguhan, dan tidak takut menderita atau mati. Kami pernah menang melawan SARS, dan kami yakin bisa mengulangi keberhasilan itu," ungkap seorang dokter, seperti dilansir South China Morning Post, Jumat (24/1).

Terkait hal ini, Profesor Epidemiologi Colombia University, W Ian Lipkin memuji upaya menerjunkan dokter militer yang dilakukan China.  

"Ini akan sangat membantu, karena tentara memiliki kemampuan untuk mengatur orang dalam skala besar. Misalkan Anda ingin melakukan vaksinasi, libatkan saja mereka. Itu akan sangat membantu. Melibatkan militer tak selalu buruk. Tinggal bagaimana mereka dilibatkan," papar Lipkin.

Berita Terkait : Alamak, Korban Virus Corona di Korsel Terus Membludak

Tenaga dokter bantu tak hanya datang dari PLA. China National Radio melaporkan, Komisi Kesehatan Nasional juga mengirim spesialis medis ke Wuhan, untuk bergabung dalam perang melawan virus Korona.

Tim pertama terdiri dari para ahli perawatan intensif, serta ahli pernapasan dan infeksi dari rumah sakit di Shanghai, Jiangsu dan Sichuan. Selain itu, 21 tim pengawas akan dikirim ke rumah sakit setempat di provinsi, untuk membantu mengarahkan dan melatih staf medis setempat. [HES]