Bertemu di Davos, Menkominfo-Qualcomm Bahas Kerja Sama Pengembangan Teknologi 5G

Menkominfo Johnny G Plate (kedua kanan) saat bertemu President Qualcomm Cristiano Amon (kanan). (Foto: Dok. Kominfo)
Klik untuk perbesar
Menkominfo Johnny G Plate (kedua kanan) saat bertemu President Qualcomm Cristiano Amon (kanan). (Foto: Dok. Kominfo)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Di sela penyelenggaraan World Economic Forum (WEF) Annual Meeting di Davos, Swiss, Menkominfo Johnny G Plate mengadakan pertemuan dengan President Qualcomm Cristiano Amon, Kamis (23/1). Pertemuan yang berlangsung di Paviliun Indonesia ini membahas sejumlah hal, di antaranya penjajakan kerja sama pengembangan teknologi 5G. Qualcomm merupakan salah satu perusahaan teknologi global yang tengah melakukan berbagai inovasi teknologi digital.  

"Kami tertarik untuk mendukung pengembangan teknologi 5G di Indonesia. Lebih dari itu, kami ingin meningkatkan kerja sama dalam berbagai bidang dengan pemerintah Indonesia," ujar Cristiano Amon seperti keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (25/1).        

Berita Terkait : Terkait Virus Corona, Kominfo Temukan 54 Hoaks

Menkominfo menyampaikan bahwa Indonesia berpeluang besar dan sedang bersiap untuk menjadi digital hub di kawasan Asia. "Salah satu kunci untuk menjadi terdepan di era digital adalah kesiapan infrastruktur, di antaranya dengan penguatan konektivitas melalui teknologi 5G,” jelasnya.        

Dalam merespons tawaran kerja sama tersebut, Menkominfo menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka. Johnny melihat, bekerja sama ini rangka mendukung kepentingan nasional Indonesia, misalnya dalam inisiatif pembangunan ibukota baru.

Berita Terkait : Pemerintah Diminta Tegas Batasi Layanan Netflix

Hal senada juga disampaikan Johnny saat menerima VP Global Public Policy AWS Michael Punke. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak membicarakan beberapa isu krusial seperti realisasi rencana investasi AWS di Indonesia, perlindungan data pribadi, dan dukungan AWS terhadap ekonomi digital Indonesia. Johnny menggarisbawahi bahwa setiap kerja sama harus selalu menghadirkan nilai tambah bagi Indonesia.

Pertemuan dengan dua raksasa teknologi global tersebut menjadi agenda penutup sejumlah pertemuan maraton yang dilakukan Johnny di ajang WEF 2020. Dirjen IKP Kemenkominfo Widodo Muktiyo menyebutkan bahwa sepanjang jalannya World Economic Forum, banyak hasil positif yang didapat Indonesia.       

Baca Juga : Thailand Umumkan Kasus Kematian Pertama Akibat Virus Corona

“Kegiatan di Davos ini menjadi sangat efektif. Semua menteri yang datang melakukan serangkaian negosiasi dan lobi dengan mitra, baik antarnegara maupun juga antar-company. Dan ini mudah-mudahan bisa menjadi babak baru tumbuhnya ekonomi Indonesia yang berbasis pada teknologi dan menjadi kekuatan kita untuk mencapai target target yang sudah ditetapkan di Davos 2020 ini,” jelas Widodo Muktiyo. [USU]