Total Ada 1.112 Kasus, Wabah Virus Korona Kini Renggut 41 Nyawa Warga China Daratan

Suasana rumah sakit yang penuh sesak oleh pasien virus Korona di China. (Foto: SCMP)
Klik untuk perbesar
Suasana rumah sakit yang penuh sesak oleh pasien virus Korona di China. (Foto: SCMP)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wabah coronavirus yang berawal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, kini telah menjangkiti lebih dari 1.000 orang di China Daratan, yang berakhir dengan 41 kematian.

Demikian dilaporkan pihak berwenang China, seperti dikutip South China Morning Post, Sabtu (25/1).

29 provinsi di China melaporkan 1.112 warganya terinfeksi virus yang mengakibatkan penyakit mirip pneumonia berat. 572 di antaranya, adalah warga Kota Wuhan.

Wabah ini telah merenggut 39 nyawa warga Hubei, 1 warga Hebei, dan 1 warga Heilongjiang.

Berita Terkait : China Laporkan Penurunan Jumlah Kasus Infeksi Baru, Terendah Sejak 23 Januari

Kasus wabah virus Wuhan juga dilaporkan terjadi Hong Kong, Macau, Taiwan, dan delapan negara lainnya.

Saat ini, puluhan juta warga Hubei terkunci. Tak bisa ke mana-mana, menyusul adanya larangan bepergian yang juga diterapkan di sebagian besar provinsi di China.

Operasional penerbangan, kereta api, bus dan feri yang menghubungkan Wuhan - yang merupakan pusat untuk beberapa jalur kereta berkecepatan tinggi - ke kota-kota lain di Hubei, telah distop untuk sementara.

18 provinsi di China, juga telah memberlakukan status tanggap darurat kesehatan masyarakat. Segala kegiatan publik, bisnis, sekolah dihentikan sementara waktu. Populasi migran juga dikarantina di wilayah tersebut.

Berita Terkait : Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtekar Terjangkit Virus Corona

Video yang menggambarkan derita warga Wuhan akibat wabah virus ini, tersebar luas di media sosial. Mereka tampak putus asa mencari bantuan.

Dokter dan perawat juga dikabarkan mengalami gangguan emosional dalam menangani pasien virus Wuhan.

Koridor rumah sakit pun tampak sesak oleh pasien berpenyakit mirip pneumonia berat. Beberapa di antaranya bahkan tergeletak di lantai.

Lebih dari 20 rumah sakit di Wuhan, telah memposting permohonan bantuan. Mereka kekurangan masker, sarung tangan lateks, kacamata pelindung dan baju bedah karena membludaknya pasien.

Berita Terkait : Trump Pastikan AS Siap Hadapi Wabah Virus Corona

Provinsi Hubei juga memperketat pembatasan kendaraan pribadi, yang berasal dari Wuhan. Kota Chibi yang berbatasan dengan Wuhan, telah resmi melarang seluruh pom bensin di wilayahnya, meladeni permintaan bahan bakar untuk seluruh kendaraan berplat nomor Wuhan.

Untuk mengatasi wabah virus yang semakin merajalela ini, China Development Bank dilaporkan telah memberikan pinjaman darurat 2 miliar yuan atau setara 288,3 juta dolar AS kepada Pemerintah Kota Wuhan, Jumat (24/2).

Sebelumnya, pada Kamis (23/1), Kementerian Keuangan China telah mengalokasikan bantuan senilai 1 miliar yuan untuk Pemerintah Provinsi Hubei. [HES]