Virus Korona China Sudah Sampai ke Nepal

Foto: MGN
Klik untuk perbesar
Foto: MGN

RMco.id  Rakyat Merdeka - Virus Korona China kini telah mewabah hingga ke Asia Selatan. Seperti dilansir South China Morning Post pada Sabtu (25/1), seorang mahasiswa Nepal yang baru saja kembali dari Wuhan- kota yang menjadi pusat penyebaran penyakit tersebut – dalam rangka libur Tahun Baru Imlek, telah positif terinfeksi penyakit mirip pneumonia berat itu. Hal ini telah dikonfirmasi Kementerian Kesehatan dan Kependudukan Nepal. 

Mahasiswa berusia 30 tahun itu diyakini virus Korona, setelah menjalani serangkaian tes dari WHO Collaborating Centre di Hong Kong.

Seperti dilansir AFP, mahasiswa tersebut tiba di Nepal pada 9 Januari 2020. Setelah mengalami demam dan merasa sulit bernapas selama empat hari, ia pun pergi berobat ke Sukraraj Tropical and Infectious Disease.

Berita Terkait : China Laporkan Penurunan Jumlah Kasus Infeksi Baru, Terendah Sejak 23 Januari

Saat ini, pasien pertama terinfeksi virus Korona di Nepal itu tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut. Selanjutnya, Kementerian Kesehatan dan Kependudukan Nepal akan menyisir siapa saja yang telah melakukan kontak dengan mahasiswa tersebut, untuk memastikan penyebaran virus berbahaya itu.

Nepal yang terletak di antara Tibet dan India – dan terkenal dengan Puncak Himalaya – adalah negara ketujuh yang mengonfirmasi kasus virus Korona.

Hingga kini, total kasus virus Korona di seantero jagat telah tembus ke angka 1.138. Mayoritas ada di China sebagai negara sumber penyebaran, dengan jumlah 1.112 kasus. 900 kasus ada di Kota Wuhan.

Berita Terkait : Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtekar Terjangkit Virus Corona

Sisanya ada di negara Hong Kong (5), Thailand (5), Taiwan (3), Singapura (3), Macau (2), Korea Selatan (2), Jepang (2), Vietnam (2), dan Amerika Serikat (2).

Terkait hal ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) masih menahan diri, dengan tidak menyebut kasus ini sebagai masalah darurat global.

Dalam konferensi persnya pada Kamis (23/1), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, darurat wabah virus Korona hanya terjadi di China. Sejauh ini, belum ada bukti adanya penularan antar manusia di luar China. Meski itu bukan hal yang mustahil. [HES]