Virus Korona Goyang Wall Street

Ilustrasi Wall Street. (Foto: Antara)
Klik untuk perbesar
Ilustrasi Wall Street. (Foto: Antara)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wabah virus Korona mengoyang Wall Street. Pada penutup perdagangan Jumat, Wall Street dilanda aksi jual. S&P mencatat minggu terburuk dalam enam bulan.

Ketiga indeks saham utama AS berubah negatif tajam, dengan S&P 500 mengalami penurunan persentase terbesar setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengonfirmasi kasus kedua virus asal China itu di AS. Pelaku pasar mengawasi perkembangan virus korona,.

Berita Terkait : China Laporkan Penurunan Jumlah Kasus Infeksi Baru, Terendah Sejak 23 Januari

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menganggap penyebaran virus Korona di China sudah sangat darurat karena sudah menewaskan 26 orang dan menginfeksi lebih dari 800 orang pada malam liburan Tahun Baru Imlek.

"Pasar membenci ketidakpastian dan virus sudah cukup untuk menyuntikkan ketidakpastian di pasar," kata kepala investasi di Lenox Wealth Advisors David Carter, di New York seperti dikutip Antara.

Berita Terkait : Undangan Tuhan

Tetapi beberapa analis percaya para investor mencari alasan untuk merealisasikan keuntungan mereka. "Virus ini sebenarnya lebih merupakan alasan untuk mengambil keuntungan saat ini," kata Kepala Strategi Investasi CFRA Research. [DIT]