Virus Wuhan Renggut 42 Nyawa

Presiden Xi: China Hadapi Situasi Serius

Situasi rumah sakit di Wuhan, Provinsi Hubei, China pasca merebaknya new coronavirus. (Foto: Twitter)
Klik untuk perbesar
Situasi rumah sakit di Wuhan, Provinsi Hubei, China pasca merebaknya new coronavirus. (Foto: Twitter)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden China Xi Jinping mengungkapkan, saat ini negaranya tengah menghadapi situasi serius, setelah virus Wuhan merenggut 42 nyawa warganya. Musibah ini membayangi perayaan Tahun Baru Imlek, Sabtu (25/1).

Dalam Komite Tetap Politbiro - yang merupakan pertemuan para pemimpin puncak Partai Komunis China- yang dipimpin langsung oleh Presiden Xi, Partai Komunis China akan segera membentuk leading group untuk menuntaskan kasus penyebaran new coronavirus.

Leading group itu akan terdiri dari anggota Komite Sentral, dan diarahkan oleh Komite Tetap.

"Orang-orang dari berbagai kelompok etnis dan sektor, harus kompak bekerja sama untuk mendukung upaya penanggulangan penyebaran virus mematikan ini," kata Presiden Xi dalam siaran TV pemerintah, CCTV, Sabtu (25/1).

Berita Terkait : Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtekar Terjangkit Virus Corona

Pertemuan tersebut juga memerintahkan pihak berwenang di semua level, untuk memastikan kecukupan pasokan di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, yang menjadi pusat penyebaran virus Korona jenis baru.

Saat ini, virus Korona telah menginfeksi 1.372 orang di China Daratan, dengan total kematian berjumlah 42 kasus.

"Kami terus mendorong pengendalian dan pencegahan penyakit ... Tapi, saat ini kami sedang menghadapi krisis kesehatan masyarakat, yang sangat parah," kata Wakil Direktur Jenderal Departemen Urusan Sipil Hu Yinghai, seperti dikutip Reuters, Sabtu (25/1).

Saat ini, alarm tanda bahaya pada virus Korona jenis baru, masih belum berbunyi. Sebab, banyak hal yang belum diketahui secara pasti. Seperti seberapa besar bahayanya, dan bagaimana penyakit itu dapat dengan mudah menular di masyarakat.

Berita Terkait : Virus Corona di Korsel Merajalela, Presiden Moon Jae-in di Ujung Tanduk Pemakzulan

Untuk memastikan penyebaran virus Wuhan tidak bertambah luas, raksasa layanan transportasi Didi Chuxing telah menghentikan operasionalnya dari dan ke Kota Beijing, mulai Minggu (26/1).

Beijing juga memastikan akan menghentikan operasional bus antar provinsi.

Tak ketinggalan, Asosiasi Industri Pariwisata China juga menghentikan semua aktivitas layanan turis. Baik domestik ataupun mancanegara, mulai Senin (27/1).

Pemerintah Kota Wuhan pun resmi melarang kendaraan yang tidak berkepentingan untuk melintas di jalan, mulai Minggu (27/1). Kebijakan ini akan semakin membikin kota berpenduduk 11 juta jiwa itu menjadi lebih sunyi.

Berita Terkait : 2.442 Orang Meninggal Di China Karena Virus Corona

Terutama, sejak operasional penerbangan, kereta, dan transportasi publik lainnya disetop untuk sementara.

Pihak berwenang juga sudah menutup akses transportasi di seluruh kota di Provinsi Hubei, yang berpenduduk 59 juta jiwa. [HES]