Sewa Pesawat, AS Evakuasi Diplomat dan Warganya dari Wuhan

Jalanan diblok polisi untuk menahan orang untuk meninggalkan Wuhan, privinsi Hubei, China tengah. (Foto AFP/Hector Retamal)
Klik untuk perbesar
Jalanan diblok polisi untuk menahan orang untuk meninggalkan Wuhan, privinsi Hubei, China tengah. (Foto AFP/Hector Retamal)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan menyewa pesawat untuk mengevakuasi para diplomat dan warganya dari Wuhan, China. Mereka dievakuasi untuk menghindari penyebaran virus corona.

Dilansir CNN, Minggu (26/1), seorang pejabat AS mengatakan pemerintahnya mempunyai kontrak dengan penerbangan untuk mengevakuasi sekitar 36 orang diplomat serta keluarganya dari Konsulat AS di China. Konsulat AS ditutup dan semua diplomat siap diberangkatkan melalui pesawat.

Rencana penerbangan sedang dibahas apakah akan menggunakan Boeing 737 atau Boeing 767. Selain itu, penerbangan juga tergantung izin otoritas China dan pemerintah Beijing. Konsulat AS di Wuhan juga menawarkan warga AS untuk melakukan penerbangan.

Berita Terkait : Kasus Corona Meroket, Korsel dan Vietnam Larang Warga Keluar Rumah

Dalam penerbangan ini akan ada tim medis di pesawat untuk mengobati para penumpang dan mendeteksi terinfeksi virus corona atau tidak. Ada sekitar 1.000 orang AS yang tinggal di Wuhan dan mereka yang memilih untuk mengungsi dengan diplomat akan dikenakan biaya untuk penerbangan.

Alasan para diplomat dan warga AS dievakuasi dari China, pejabat AS menyebut pihaknya belajar dari pengalaman penyebaran virus SARS. "Saya pikir kita semua belajar pelajaran dari SARS," ujar pejabat AS.

Pemerintah China tengah melakukan pembangunan kilat sebuah rumah sakit khusus di Wuhan untuk merawat pasien terinfeksi virus corona. Direncanakan akan ada 1.000 ranjang di rumah sakit yang dijadwalkan selesai dibangun dalam waktu hanya 10 hari itu. Kini ada sekitar 2.000 orang terinfeksi virus corona dan 56 tewas karena terkena virus corona.

Berita Terkait : Pemerintah Berhasil Pulangkan 243 Orang Dari Wuhan

Evakuasi ini hal biasa dilakukan AS di beberapa bagian dunia karena ada bencana alam dan gangguan politik, tetapi yang sedang direncanakan, dari China, akan menjadi yang pertama dalam beberapa dekade. Dilansir Washington Post, AS juga mempertimbangkan untuk mengevakuasi warganya dari Wuhan ke kota lain seperti Shanghai jika penerbangan keluar Wuhan tidak dapat diatur. Pihak berwenang China dalam beberapa hari terakhir telah melarang hampir semua transit, termasuk penerbangan komersial, masuk dan keluar dari Wuhan, dalam upaya luar biasa untuk mencegah penyebaran virus.

Wuhan merupakan rumah operasi bisnis sejumlah perusahaan besar AS, termasuk pembuat mobil General Motors Co. Ini juga merupakan rumah bagi Dongfeng Motor Corp milik China, yang merupakan mitra usaha dengan Nissan Motor Co Jepang dan Honda Motor Co, serta Renault SA dari Perancis dan Peugeot dari PSA Group. Banyak karyawan asing dari perusahaan-perusahaan ini serta pemasok mereka yang berbasis di Wuhan. 

Pemerintah negara asing sedang bernegosiasi dengan pihak berwenang China untuk mengatur penerbangan warganya. Selain AS, negara-negara lain dengan konsulat di Wuhan termasuk Prancis, AS dan Korea Selatan juga ingin memindahkan warganya dari kota awal penyebaran virus corona. [MEL]