Arab Saudi Belum Mau Tambah Kuota Haji Jamaah Indonesia

Arab Saudi Belum Mau Tambah Kuota Haji Jamaah Indonesia
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia terus berupaya menambah kuota jamaah haji. Sejumlah lobi dilakukan. Menanggapi keinginan Indonesia ini, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam A Abid Althagafi mengatakan pihaknya belum bisa menambah kuota jamaah haji Indonesia karena beberapa hal.

Dalam pertemuannya dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Jakarta, Senin (27/1), Dubes Esam mengatakan pihak Kerajaan Arab Saudi terlebih dulu ingin meningkatkan pelayanan haji dengan memperbaiki pengurusan administrasi dan perbaikan kawasan yang didatangi para jamaah.

"Di antaranya dengan program Tarikh Makah, di mana semua hal-hal administrasi bisa diselesaikan di negara tersebut sebelum para jamaah haji pergi ke Arab. Sehingga di sana akan mengurangi waktu untuk kepengurusan administrasi. Jamaah jadi bisa lebih fokus beribadah," jelas Dubes Esam usai bertemu Wapres Ma'ruf Amin seperti dikutip Antara.

Berita Terkait : KBRI Riyadh Pantau Keberadaan Jamaah Umroh, Inilah Aturan Saudi

“Dan kami sebagai tuan rumah bagi para jamaah haji berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jamaah. Termasuk jamaah haji dari Indonesia," ujarnya.

Pihak Saudi juga ingin meningkatkan kenyamanan para jamaah di sejumlah lokasi wajib haji, yaitu Arafah dan Mina, dengan memperluas wilayah.

"Kami harus memperhatikan keselamatan dan kenyamanan para jamaah. Ada beberapa area seperti Arafah dan Mina yang areanya sangat terbatas sehingga penambahan kuota ini harus menunggu selesainya beberapa proyek besar dalam hal perluasan area," ucap Dubes Esam.

Berita Terkait : Saudi Larang Masuk Jamaah Umroh, Kemenhub: Sejauh Ini Masih Normal

“Apabila itu sudah selesai, kami bisa tambahkan lagi jumlah orang yang bisa kami layani," katanya.

Kuota dasar jamaah haji dari Indonesia berada di angka 211 ribu slot, yang terbagi atas 194 ribu kuota reguler dan 17 ribu kuota khusus. Jumlah kuota dasar tersebut ditetapkan berdasarkan kesepakatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada 1987 di Amman, Yordania.

Pada 2019, Pemerintah Indonesia mendapat kebijakan khusus dari Raja Salman untuk menambah kuota haji sebanyak 20 ribu orang sehingga penyelenggaraan haji tahun ini diberikan kepada 231.000 orang.

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Indonesia ingin menambah kuota jamaah sebanyak 10 ribu orang lagi. Dubes Esam mengatakan soal penambahan kuota haji akan dibahas oleh Presiden Jokokowi dan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz. Sebab, penambahan kuota haji harus melalui pertimbangan yang panjang.

"Kami dari Pemerintah Saudi sebetulnya akan berbahagia sekali menerima sebanyak mungkin orang berhaji. Akan tetapi, yang harus diperhatikan adalah keselamatan dan kenyamanan jamaah," pungkas Dubes Esam. [DAY]