Perangi New Coronavirus, PM Li Keqiang Tiba di Wuhan

PM Li Keqiang tiba di Wuhan, tuun langsung memerangi new coronavirus, Senin (27/1). (Foto: SCMP)
Klik untuk perbesar
PM Li Keqiang tiba di Wuhan, tuun langsung memerangi new coronavirus, Senin (27/1). (Foto: SCMP)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PM Li Keqiang tiba di Wuhan, kota  yang merupakan pusat penyebaran new coronavirus atau virus Korona jenis baru, Senin (27/1).

Ini adalah kunjungan pertama Li, setelah ia ditunjuk Presiden Xi Jinping menjadi ketua high-level group yang dikhususkan untuk mengatasi wabah Korona.

"Setiap usaha yang Anda lakukan, sangat berarti bagi nyawa orang lain. Namun, sebaiknya Anda jangan lupa memproteksi diri, agar tak tertular," ujar Li kepada staf medis RS Jinyintan, salah satu pusat kesehatan di Wuhan yang ditunjuk untuk mengobati pasien terinfeksi new coronavirus, seperti dikutip South China Morning Post, Senin (27/1).

Berita Terkait : Lagi, Warga AS Yang Baru Dievakuasi Kena Coronavirus, Total Korban Jadi 15

Virus yang telah menginfeksi 2.744 warga China daratan dan berakhir dengan 80 kasus kematian itu, seolah masih menyimpan alarm yang belum berbunyi.

Para ahli memperkirakan, virus tersebut dapat mengakibatkan jenis infeksi baru. Bukannya tak mungkin, angka kematian juga akan bertambah.

Dalam konferensi pers di Beijing, Inspektur Pertama Biro Pencegahan dan Pengawasan Penyakit He Qinghua mengatakan, jumlah pekerja migran yang kembali ke China untuk merayakan Tahun Baru Imlek, merupakan suatu tantangan tersendiri dalam mengatasi penyebaran virus ini.

Berita Terkait : Observasi Corona Kelar, Pemerintah Akan Pulangkan WNI Dari Natuna

"Mobilisasi pejabat Partai Komunis di tingkat akar rumput, memegang kunci dalam memenangkan pertempuran melawan new coronavirus. Mereka diharapkan mampu mengisi celah minimnya kesadaran pencegahan dan pengendalian di tingkat desa," tutur He, Senin (27/1).

Dalam konferensi pers yang sama, Peneliti China Centre for Disease Control and Prevention, Feng Luzhao mengatakan, cara terbaik untuk mencegah penularan adalah mengurangi frekuensi bepergian dan menghindari pertemuan massal.

"Kami telah memutuskan untuk memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek, karena kami ingin mendorong masyarakat untuk tinggal di rumah, dan menghindari pergi ke daerah-daerah yang memungkinkan penyebaran infeksi. Terutama, kerumunan orang-orang," kata Feng dalam konferensi pers tersebut. [HES]