106 Nyawa Warga China Daratan Melayang, Total Kasus 4.494

Gawat, Virus Wuhan Terus Makan Korban

Suasana kehidupan masyarakat di China, pasca wabah virus Wuhan. (Foto: SCMP)
Klik untuk perbesar
Suasana kehidupan masyarakat di China, pasca wabah virus Wuhan. (Foto: SCMP)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Angka kematian akibat wabah new coronavirus terus bertambah. Per Selasa (28/1) pagi, pemerintah China melaporkan virus maut itu telah menelan 106 korban jiwa di China daratan, dan mencetak 1.771 kasus baru.

Dengan demikian, jumlah warga China daratan yang terinfeksi virus Korona jenis baru telah mencapai 4.494 dengan tambahan 26 angka kematian.

Di seluruh dunia, virus ini telah menjangkiti 4.559 orang.

Berita Terkait : China Laporkan Penurunan Jumlah Kasus Infeksi Baru, Terendah Sejak 23 Januari

Sebagian besar korban jiwa ada di Provinsi Hubei, yang merupakan pusat penyebaran virus tersebut.

Terkait hal ini, Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) mengingatkan warganya agar semakin berhati-hati dengan penyebaran virus ini. Selain menular melalui kontak udara, virus ini juga dapat berpindah melalui kontak fisik.

Masa inkubasi virus baru diperkirakan ada di kisaran 3-7 hari. Paling lama, 14 hari. NHC mengatakan, new coronavirus memiliki 85 persen kemiripan dengan virus Severe Acur Respiratory Syndrome (SARS) atau sindrom pernapasan akut parah.

Berita Terkait : Di Hong Kong, Virus Corona Makan Korban Lagi

Virus ini dapat menginfeksi anak-anak dan bayi, dengan gejala yang tidak terlalu tampak.

Untuk melindungi staf medis dari ancaman virus mematikan ini, Pusat Klinik Kesehatan Masyarakat di Shanghai dilaporkan telah menggunakan semprotan antivirus berspektrum luas yang baru-baru ini dikembangkan.

 "Namun, semprotan tersebut tidak dapat digunakan untuk perawatan pasien, karena belum mendapat persetujuan," kata Xu Jianqing, Direktur Pusat Kesehatan, Institute of Infectious Diseases kepada Thepaper.cn, seperti dilansir South China Morning Post, Selasa (28/1). [HES]