Trump Terapkan Status Darurat New Coronavirus

Mulai Besok, Warga AS Yang Baru Saja Dari China, Bakal Dikarantina 14 Hari

Presiden AS, Donald Trump (Foto: Instagram)
Klik untuk perbesar
Presiden AS, Donald Trump (Foto: Instagram)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah AS terus memperketat situasi dan kondisi di negaranya, setelah menetapkan status darurat wabah new coronavirus di Negeri Paman Sam pada Jumat (31/1).

Setiap warga asing yang memiliki riwayat perjalanan ke China, tidak diperkenankan memasuki wilayah AS dalam periode 14 hari masa inkubasi.

Sebelumnya, pemerintahan Donald Trump juga telah menerbitkan larangan perjalanan (travel advisory) bagi warganya, untuk pergi ke China.

Mulai Minggu (2/2) besok, warga AS yang memiliki riwayat perjalanan ke Hubei, diwajibkan menjalani karantina selama 14 hari, untuk memastikan yang bersangkutan tidak terjangkit virus Corona Wuhan. 

Berita Terkait : Qatar Laporkan Kasus Pertama Virus Corona, Korbannya Baru Balik Dari Iran

Sementara itu, Sekretaris Menteri Kesehatan AS Alex Azar mengatakan, setiap WNA - selain pihak yang masih memiliki hubungan keluarga dengan warga negara AS dan yang telah bermukim di Negeri Paman Sam - yang memiliki riwayat perjalanan ke China dalam 14 hari terakhir, akan ditolak masuk ke AS.

"Tingkat risiko di AS memang masih rendah. Dan kami berkewajiban agar menjaganya tetap rendah," ujar Azar seperti dikutip Reuters, Jumat (31/1).

Sikap ini menyulut amarah Beijing, yang baru saja menata kembali hubungan dagang dengan AS. Mereka tak terima, AS menerbitkan travel warning bagi warganya, untuk bepergian ke China.

"WHO saja mendesak negara-negara untuk tidak membatasi perjalanan warganya. Tapi, Amerika malah melakukan hal yang sebaliknya," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying.

Berita Terkait : Turis China Pengidap Covid-19 Meninggal Dunia di Prancis

AS tak sendirian. Negara lain juga banyak mengeluarkan travel warning ke China, serta menutup atau mengurangi akses penerbangan ke Negeri Tirai Bambu terkait munculnya wabah new coronavirus di wilayahnya masing-masing. Misalnya saja, Inggris dan Korea Selatan.

Rusia yang merupakan partner dagang terbesar bagi China, juga menyetop semua penerbangannya ke China, setelah mengkonfirmasi dua kasus coronavirus di negaranya.

Sedangkan Singapura yang merupakan travel hub terbesar di Asia, telah menutup semua akses bagi para pelancong yang memiliki riwayat perjalanan ke China dalam beberapa waktu terakhir. Termasuk, pemegang paspor China.

Sejak ditemukan pertama kali di Kota Wuhan, Provinsi Hubei pada akhir Desember 2019, new coronavirus yang menyerupai virus flu telah merenggut 213 warga China daratan.

Berita Terkait : Bos WHO: Coronavirus Musuh Nomor Satu, Lebih Kejam Dari Teroris

Saat ini, Wuhan dan wilayah sekitar Hubei telah dikarantina secara virtual.

Lebih dari 9.800 warga China daratan, telah terjangkit new coronavirus. Selain itu, ada lebih dari 130 kasus dilaporkan terjadi di sedikitnya 25 negara dan wilayah.

Rusia, Inggris, Swedia, dan Italia mencatatkan kasus pertamanya di penghujung pekan ini. [HES]