Wabah Wuhan Coronavirus

Laris Manis, Penjualan Masker Anjing di China

Foto: Daily Mail
Klik untuk perbesar
Foto: Daily Mail

RMco.id  Rakyat Merdeka - Maraknya kasus Wuhan Coronavirus di China daratan, membuat masker pelindung menjadi barang yang paling dicari. Tak cuma untuk manusia, tetapi juga hewan peliharaan seperti anjing.

Seperti dilansir Daily Mail, seorang pedagang online berbasis di Beijing yang menjual masker khusus anjing mengaku, volume penjualannya naik 10 kali lipat, dibanding sebelum virus Corona Wuhan merebak.

Ada lagi kisah pedagang masker khusus anjing, Zhou Tianxiao (33) yang mengaku telah memulai bisnisnya pada 2018, melalui situs komersial Taobao. Ia mengaku memilih bisnis ini, karena ingin melindungi anjing peliharaan dari ancaman polusi udara.

Berita Terkait : Waspada Wabah Corona, Australia Tutup Pintu Buat Warga Asing dari Iran

Kini, setelah wabah virus Corona Wuhan marak sejak akhir bulan lalu, volume penjualan masker anjing milik Zhou terdongkrak menjadi 150 buah per bulan. Atau rata-rata 50 buah per hari.

Masker itu dijual dengan harga 49 yuan atau 5,4 poundsterling atau Rp 98.000,- per tiga buah.

"Sebagian besar anjing di sini sudah pakai masker. Karena ini adalah wabah virus, orang tak hanya peduli pada kesehatannya, tetapi juga hewan peliharaannya," ungkap Zhou kepada Mail Online, Kamis (30/1).

Berita Terkait : Wabah Corona, Penyelenggara Pos Diminta Ekstra Waspada

"Masker ini bermanfaat untuk melindungi anjing dari paparan udara kotor, membuatnya tak mencomot makanan sembarangan di jalan, dan melindungi dari paparan virus," imbuhnya.

Fenomena ini merebak, setelah pakar penyakit menular terkenal di China mengungkap bahwa hewan peliharaan juga bisa terjangkit virus Corona Wuhan.

Pakar ahli kesehatan dari Komisi Kesehatan Nasional China, Profesor Li Lanjuan mengatakan pemilik hewan peliharaan harus ekstra waspada, mengingat virus tersebut menyebar antara mamalia.

Berita Terkait : Buntut Corona, Masker Lebih Mahal Dari Emas

"Di tengah wabah new coronavirus ini, pemilik hewan peliharaan harus lebih meningkatkan kehati-hatian. Jika anjing Anda berlari keluar, dan memiliki kontak dengan orang yang terinfeksi virus tersebut, maka anjing Anda juga harus dikarantina. Karena wabah ini menyebar di antara mamalia," terang Li, yang juga merupakan akademisi Chinese Academy of Engineering, melalui siaran TV pemerintah, CCTV, Rabu (29/1).

Sejak menyebar pertama kali dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei pada Desember 2019, virus berbahaya itu telah merenggut 259 nyawa warga China daratan, dari total 11.943 kasus global.

Terkait hal ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengklaim, pihaknya belum menemukan adanya bukti bahwa new coronavirus dapat menjangkiti anjing atau kucing. [HES]