KBRI Den Haag Suguhkan Angklung Diaspora bagi Para Pengungsi di Belanda

Penampilan Angklung Diaspora bagi para pencari suaka di Belanda, di Gereja Messiah, Kamis sore (30/1). (Foto: Dok. KBRI Den Haag)
Klik untuk perbesar
Penampilan Angklung Diaspora bagi para pencari suaka di Belanda, di Gereja Messiah, Kamis sore (30/1). (Foto: Dok. KBRI Den Haag)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Langit boleh saja mendung dan hujan segera turun. Namun, keduanya tidak menjadi penghalang bagi kehangatan yang memenuhi Gereja Messiah pada Kamis sore (30/1). Dari balik pintu gereja, terdengar sayup-sayup melodi angklung, kesenian musik tradisional Jawa Barat, yang telah mendunia. Rupanya, sore itu sedang dilangsungkan sebuah pertunjukan angklung persembahan Angklung Diaspora Indonesia, didukung KBRI Den Haag, kepada para pencari suaka yang berasal dari beberapa negara di Afrika dan Timur Tengah.      

Seperti keterangan resmi KBRI Den Haag, setiap Selasa dan Kamis, Gereja Messiah memang rutin membukakan pintunya bagi para pencari suaka di kamp Duinrell yang sedang menanti izin tinggal dan/atau transportasi. Bekerja sama dengan Central Organization for Asylum Seekers (COA) dan para relawan, kegiatan ini rutin dilaksanakan untuk mengalihkan kekhawatiran para pengungsi (pencari suaka), kerinduannya pada keluarga, serta menghindari mereka dari kebosanan selama di penampungan. Usia mereka juga sangat beragam. Dari lansia, remaja, hingga anak-anak.      

Baca Juga : Komisi VII DPR Akan Cari Jalan Keluar Masalah Larangan Ekspor Nikel

Hari itu ada yang spesial dibanding biasanya. Berefleksi pada kemeriahan acara pada 2018, pihak gereja berinisiatif menyuguhkan kembali kepada para pencari suaka ini sebuah penampilan angklung yang indah. Sebagaimana karakter komunalitas Indonesia, penampilan dilakukan secara berkelompok, menghasilkan harmoni yang mempesona dan sekaligus membawa suasana damai ke seluruh penjuru ruangan. Pandangan terkunci ke arah panggung, terpikat oleh penampilan para diaspora Indonesia tersebut.        

Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, turut menghadiri kegiatan ini, dan berbaur bersama para pengungsi. Para hadirin ikut menikmati lagu-lagu yang dimainkan, seperti “I Have a Dream”, “We Shall Overcome”, “We’re United in This Small World”, “You Raise Me Up”, dan beberapa lagu lainnya. Melalui penampilan lagu-lagu tersebut, diharapkan dapat menyebarkan energi positif, optimis, dan semangat untuk terus bangkit dan bermimpi.        

Baca Juga : Wamen PUPR Keluhkan Pembangunan Di Daerah Lambat

Selepas penampilan yang memukau puluhan pasang mata ini, acara dilanjutkan dengan angklung workshop. Seluruh hadirin dibagikan sebuah angklung, tidak terkecuali dengan Dubes Puja. Mengikuti aba-aba salah satu penampil, mereka memainkan instrumen tersebut dan menghasilkan musik yang merdu.       

Hiburan interaktif ini disambut baik  para pencari suaka yang tanpa ragu langsung mencoba memainkan angklung. Tertangkap oleh layar kamera gelak tawa bercampur dengan raut-raut muka serius namun bahagia ketika berusaha menggoyangkan instrumen yang terbuat dari bambu tersebut. Kegiatan ini sekaligus menjadi perkenalan mereka dengan kebudayaan Indonesia. [USU]