Belum Tuntas Virus Corona Wuhan, China Kini Dipusingkan Virus Flu Burung

Foto: SCMP
Klik untuk perbesar
Foto: SCMP

RMco.id  Rakyat Merdeka - Di tengah-tengah menggilanya wabah novel coronavirus, pemerintah China ternyata harus berhadapan dengan masalah lain, yang sepertinya tak kalah pelik.

Flu burung H5N1 kini dilaporkan merebak di Provinsi Hunan, yang sebelah selatannya berbatasan langsung dengan Provinsi Hubei.

"Wabah flu burung merebak di peternakan di distrik Shuangqing, Kota Shaoyang. Dari 7.850 ayam yang ada di peternakan itu, 4.500 di antaranya mati terkena virus flu burung. Otoritas setempat melaporkan, 17.828 unggas telah dimusnahkan setelah wabah itu merebak," demikian bunyi pernyataan Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan China, Sabtu (1/2).

Sejauh ini, belum ada laporan virus Hunan H5N1 telah menjangkiti manusia.

Berita Terkait : Satu Kasus Corona Terkonfirmasi di Yeouido, KBRI Seoul Sementara Tutup Layanan Mulai Hari Ini

Maraknya wabah virus H5N1 di Hunan tentu saja membikin miris, mengingat saat ini China tengah berjuang mengatasi wabah virus Corona Wuhan, yang telah menyedot begitu banyak sumber daya dan energi Negeri Tirai Bambu.

Sejak terkonfirmasi pada akhir Desember 2019, virus Corona Wuhan telah merenggut 304 nyawa warga China daratan, dalam 14.551 kasus global. Tak ada angka kematian di luar China, yang dilaporkan dalam kasus ini.

Virus flu H5N1 yang dikenal sebagai flu burung, dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan yang parah pada burung, dan menular ke manusia.

Virus yang pertama kali terdeteksi pada angsa di China pada tahun 1996 ini, sangat mematikan bagi unggas.

Berita Terkait : Wabahnya Makin Meluas di Eropa, Norwegia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Meski memungkinkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) meyakini, virus ini sulit berjangkit antar manusia.

US Centres for Disease Control and Prevention mengatakan, sebagian besar kasus infeksi virus flu burung pada manusia, terjadi setelah orang tersebut memiliki kontak yang lama dan dekat dengan unggas yang terinfeksi.

Penyebaran virus flu burung dari manusia ke manusia yang tergolong langka, memang sudah pernah terjadi. Tapi, belum berkelanjutan.

Tak ada penyebaran virus ini oleh sekelompok masyarakat. Namun, flu burung sangat mematikan bagi manusia yang tertular.

Berita Terkait : Dari Italia, Kasus Virus Corona Merebak di Austria Hingga Swiss

Dalam 15 tahun terakhir, tingkat kematiannya mencapai lebih dari 50 persen. Ini jauh lebih mematikan bagi manusia, ketimbang SARS (tingkat kematian 10 persen) atau new coronavirus (tingkat kematian 2 persen dalam wabah sejauh ini).

Dalam periode 2003-2019, WHO telah mengkonfirmasi 861 kasus virus flu burung pada manusia, dengan 455 angka kematian.

Di China, 53 kasus infeksi flu burung pada manusia telah dilaporkan dalam 16 tahun terakhir, dan menewaskan 31 orang. [HES]