RMco.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penhn, Kamboja, menggelar diskusi kesehatan penggunaan minyak kelapa sawit dan tempe untuk kebutuhan hidup sehat dalam sehari-hari. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (29/1) di KBRI Phnom Penh sebagai salah satu upaya gastrodiplomacy.

Dalam acara bertajuk Morning Tea Discussion: Palm Oil for Healthy Life tersebut dijelaskan mengenai keunggulan minyak kelapa sawit dibandingkan dengan minyak lainnya. Diskusi berlangsung sekitar tiga jam.

Dalam keterangan KBRI Phnom Penh disebutkan, acara dihadiri sekitar 35 orang yang terdiri dari para istri pejabat Pemerintah Kamboja seperti Menteri Informasi, anggota National Assembly dan para istri dari Duta Besar/Diplomat negara-negara sahabat seperti Brunei Darussalam, Laos, Malaysia, Myanmar, Republik Korea, Jerman, dan Uni Eropa, serta anggota Cambodian Women Entrepreneur Association (CWEA).

Berita Terkait : Haornas 2020, Jokowi Minta Olahraga Jadi Bagian Pola Hidup Sehat

“Mulai saat ini, saya akan menggunakan minyak kelapa sawit,” ujar salah satu istri duta besar negara sahabat setelah mendengarkan keunggulan minyak kelapa sawit.

“Saya baru mengetahui kalau minyak kelapa sawit dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis makanan, bukan hanya gorengan, tetapi juga bisa untuk membuat carrot cake dan salad sayur yang lezat”, ujar salah satu peserta kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng, usai acara berlangsung.

Sekretaris I Fungsi Ekonomi KBRI Phnom Penh, Noam Lazuardy membuka pertemuan dan antara lain menjelaskan bahwa kegunaan minyak kelapa sawit dapat berkesinambungan antara kebutuhan masyarakat serta pemeliharaan lingkungan yang berkelanjutan.

Baca Juga : Innalillahi, Sekda DKI Meninggal Dunia Karena Covid

Acara dilanjutkan dengan presentasi oleh Dwinanto Sahputra dari Indo Global Success (IGS) Cambodia selaku distributor resmi minyak goreng Tropical Oil di Kamboja yang menyampaikan paparan mengenai proses pembuatan, manfaat serta keunggulan dari minyak kelapa sawit.

Selain itu, kegiatan juga dimanfaatkan untuk mempromosikan tempe, makanan asli Indonesia dengan presentasi Roland Uly Uju dari Gibbor Tempeh selaku produsen tempe tersertifikasi di Kamboja sejak 2017.

“Saat ini, terdapat beberapa tempat makan di Kamboja yang ada menu tempenya seperti di Warung Bali, Warung Sumatera, dan beberapa restoran dan kafe di Phnom Penh, Kampot dan Siem Reap yang menyuguhkan berbagai hidangan tempe yang bervariasi dan unik,” ucap Roland yang dalam presentasinya juga menyampaikan proses pembuatan tempe yang terbuat dari kacang kedelai, kandungan gizi, serta berbagai contoh makanan olahan tempe.

Baca Juga : Trump Harap Saudi Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel

Paparan terakhir disampaikan Joycelyn Randee selaku Marketing dari rantai restoran Collin’s sebagai salah satu restoran di Asia Tenggara yang telah sukses dan pada kesempatan tersebut melaksanakan demo masak menggunakan minyak kelapa sawit.

Demo masak dengan bahan baku minyak kelapa sawit tersebut juga menampilkan pembuatan tempe mendoan, carrot cake, salad serta steak daging sapi yang disambut dengan sangat antusias oleh para peserta. Keseluruhan acara diliput oleh berbagai media cetak dan elektronik setempat seperti TVK, Khmer Times dan Koh Santepheap. [MEL]