RMco.id  Rakyat Merdeka - Angka kematian harian akibat kasus new coronavirus di China daratan, mencapai rekor tertingginya pada Rabu (5/2). 

Total nyawa yang melayang akibat virus Corona jenis baru itu kini berjumlah 490, menyusul adanya tambahan 65 kasus kematian, yang seluruhnya tercatat di Provinsi Hubei.

Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) juga melaporkan adanya kenaikan pada jumlah kasus terjangkit, dari semula 20.353 menjadi 24.324, pada Rabu (5/2).

Baca Juga : Ciptaker Seperti Supersemar

Dari jumlah tersebut, 16.678 di antaranya tercatat di Provinsi Hubei. Angka ini naik 3.156 dibanding data sehari sebelumnya yang hanya 13.522 kasus.

Kota Wuhan yang menjadi pusat utama penyebaran virus Corona jenis baru, berkontribusi atas tambahan 2.000 kasus terjangkit di Provinsi Hubei.

Di tataran global, new coronavirus telah menginfeksi 24.534 orang di 23 negara, dengan 492 angka kematian dan 911 pasien yang berhasil disembuhkan.

Baca Juga : Kader Banteng Sewot Dan Luruskan Informasi

Para pakar kesehatan berkeyakinan, jumlah korban yang jatuh akibat new coronavirus, sebenarnya jauh lebih banyak ketimbang apa yang dilaporkan. Sebab, statistik resmi umumnya hanya mencerminkan jumlah pasien akut, yang telah dirawat di rumah sakit.

"Kemampuan Otoritas Kesehatan Wuhan untuk mengukur skala wabah, terhambat oleh kurangnya pasokan alat uji," ungkap anggota panel ahli NHC pada awal pekan ini, seperti dilansir South China Morning Post, Rabu (5/2).

Lebih dari 2.500 pasien yang menjalani perawatan di Hubei, kini dilaporkan berada dalam kondisi kritis. Dalam hal ini, Wakil Direktur Biro Administrasi Medis NHC Jiao Yahui mengatakan, pihaknya berusaha menekan laju angka kematian, dengan menyediakan tempat tidur tambahan untuk pasien kritis dan menurunkan para ahli penyakit pernapasan akut.

Baca Juga : Ernest Pasang Badan Bela Giring Dan PSI

Angka kematian di Hubei yang dilaporkan otoritas setempat pada Selasa (5/2) malam, turun sedikit menjadi sekitar 2,9 persen dibanding 3,1 persen sehari sebelumnya. Namun, tingkat kematian di provinsi ini tetap jauh lebih tinggi ketimbang tingkat nasional, yang hanya mencapai 2 persen.

"Hingga Selasa (4/2) tengah malam, 892 orang di seluruh negeri yang telah mengidap penyakit tersebut telah berhasil disembuhkan, dan sudah keluar dari rumah sakit. Lebih dari 185.000 orang masih berada dalam pengawasan medis," demikian bunyi pernyataan NHC seperti dikutip South China Morning Post, Rabu (5/2). [HES]