RMco.id  Rakyat Merdeka - Deputi Sekretaris Partai Komunis Wuhan, Hu Lishan memohon maaf kepada warga setempat, atas ketidakmampuannya menekan laju penyebaran new coronavirus di ibu kota Provinsi Hubei.

Dalam konferensi pers pada Rabu (5/2) petang, Hu mengatakan, Wuhan mencatat 1.900 kasus terjangkit baru pada Selasa (4/2). 780 di antaranya perlu dikarantina. Namun, ranjang rumah sakit yang tersedia hanya ada 421.

"Publik ramai mengkritik kami. Kenapa? Karena pekerjaan kami tidak baik. Saat ini, rumah sakit yang ada tak mampu menampung pasien new coronavirus. Ranjangnya tak cukup," papar Hu.

"Sejujurnya, kami sangat menyesal karena tak semua pasien terinfeksi new coronavirus dapat ditangani dengan pengobatan yang tepat di rumah sakit. Problem ini masih belum dapat terpecahkan," imbuhnya.

Baca Juga : Wapres Dorong Pengusaha Nahdliyin Kembangkan Inovasi

Seperti dilansir South China Morning Post pada Kamis (6/2), para pejabat Kota Wuhan memang banyak dihujani kritikan tajam dari warganya, karena dinilai lamban dalam menangani penyebaran new coronavirus.

Terlebih, virus yang bermula dari Wuhan itu telah menjalar ke lebih dari 30 negara di dunia.

Bulan lalu, kepada stasiun TV milik pemerintah CCTV, Wali Kota Wuhan Zhou Xianwang dan Ketua Partai Komunis Wuhan Ma Guoqiang telah menyatakan kesiapannya untuk dipecat, sebagai bentuk tanggung jawab atas meluasnya wabah new coronavirus.

Pemerintah China sudah merespon kondisi ini, dengan mendirikan dua rumah sakit khusus new coronavirus, yang kelar dalam waktu dua minggu.

Baca Juga : Debat Terakhir Trump Vs Biden Digelar di Nashville, Tennessee

RS Huoshenshan yang berkapasitas 1.000 tempat tidur dan baru selesai dibangun di pinggiran Kota Wuhan pada Minggu ( 2/1), dioperasionalkan oleh para staf medis militer. RS tersebut kini telah mulai merawat pasien terinfeksi new coronavirus.

Sedangkan RS Leishenshan yang pembangunannya hampir selesai, dapat menampung 1.600 pasien rawat inap.

Tambahan lagi, Wuhan juga menyulap sebuah stadion olahraga dan dua convention hall menjadi rumah sakit modular bagi pasien yang baru saja mengalami gejala new coronavirus.

Upaya ini diharapkan mampu menambah 3.800 ranjang rumah sakit tambahan. Delapan rumah sakit serupa dengan 4.600 ranjang lebih banyak, juga tengah diusahakan.

Baca Juga : Jakarta Masih Jadi Wilayah Mengerikan

Terkait hal ini, Profesor Kesehatan Global Universitas Harvard Winnie Yip Chi-Man mengatakan, menyediakan perawatan yang tepat dan kondisi yang mendukung kesembuhan pasien di tempat penampungan sementara, memang strategi yang baik.

Namun, pengendalian wabah membutuhkan lebih dari itu.

"Membangun rumah sakit baru atau tempat penampungan sementara, memang bagus. Tapi, itu saja tidak cukup. Untuk menekan laju penyebaran wabah ini, kita harus menerapkan beberapa strategi kemasyarakatan. Misalnya, membatasi aktivitas kelompok, dan membiasakan setiap orang untuk menjaga kebersihan diri," terang Yip. [HES]