RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden AS Donald Trump menegaskan keyakinannya, bahwa China mampu mengatasi wabah new coronavirus yang kini tengah merajalela.

Hal itu diungkap Trump via akun Twitter usai melakukan pembicaraan via telepon dengan Presiden China Xi Jinping, Jumat (7/2). "Dia (Presiden Xi, Red) kuat, tajam, dan sangat fokus memimpin upaya pemberantasan virus Corona. Dia merasa semua sudah berjalan baik. Membangun rumah sakit pun hanya dalam hitungan hari," cuit Trump, Jumat (7/2).

"Memang tidak ada yang mudah, tapi saya yakin, dia akan sukses menghadapi masalah ini. Terutama, bila cuaca mulai memasuki musim panas. Virus-virus itu diharapkan akan melemah, dan kemudian pergi. Disiplin yang kuat di bawah arahan kepemimpinan Presiden Xi, meningkatkan optimisme operasi pemberantasan wabah di negara China. Kami bekerja sama untuk saling membantu," imbuhnya.

Berita Terkait : Trump Kena Corona, Biden Unggul 10 Poin

Seperti dilaporkan stasiun TV milik pemerintah CCTV pada Jumat (7/2), Xi mengatakan kepada Trump, bahwa pembangunan ekonomi China tidak terdampak oleh wabah ini.

Menurutnya, pihak berwenang dan masyarakat telah berupaya sekuat tenaga untuk memberantas wabah virus ini sejak awal.

"Kami telah mengadopsi langkah-langkah pencegahan dan pengendalian yang paling komprehensif dan ketat. Kami telah menyatakan perang melawan epidemi, melalui pencegahan dan pengendalian," jelas Xi.

Berita Terkait : Barron, Anak Trump Dari Melania, Aman Dari Covid

“Kami sepenuhnya percaya diri dan optimis bisa memerangi wabah ini. Saya pastikan, tren pembangunan ekonomi China dalam jangka panjang, tidak akan berubah," imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Juru Bicara Gedung Putih Judd Deere mengatakan, Xi dan Trump sepakat untuk melanjutkan komunikasi dan kerja sama yang ekstensif.

"Keduanya juga mengafirmasi ulang komitmen untuk mengimplementasikan perjanjian dagang AS-China fase I," cuit Deere, Jumat (7/2).

Berita Terkait : Trump Positif Covid, Mungkinkah Sejarah Ronald Reagen dan George Bush Terulang?

Beijing sebelumnya mengecam sikap Washington, yang dinilai menciptakan kepanikan global, dengan memberlakukan pembatasan perjalanan bagi warga China. Langkah ini selanjutnya diikuti oleh negara-negara lain, yang tak kalah khawatir menghadapi wabah virus Corona jenis baru.

Sekadar latar, per Jumat (7/2), korban meninggal dunia akibat virus Corona, tembus ke angka 638. Sebanyak 636 kasus, terjadi China. Sementara sisanya, masing-masing satu di Hong Kong dan Filipina.

Di seantero jagat, virus yang menjalar ke lebih dari 25 negara ini, telah menjangkiti 31.526 warga dunia. Sedangkan jumlah orang yang telah dinyatakan sembuh, baru mencapai 1.568 orang. [HES]