RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah AS menawarkan bantuan hingga 100 juta dolar AS kepada China dan negara-negara lain yang terdampak new coronavirus, untuk memerangi wabah tersebut.

Dalam pernyataannya, Sekretaris Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan, komitmen ini - bersama ratusan juta sumbangan sektor swasta AS - menunjukkan kuatnya kepemimpinan AS dalam merespon wabah ini.

"Kami mendorong warga dunia lainnya untuk mengikuti komitmen AS. Dengan bekerja sama, kita pasti bisa menghadapi ancaman wabah ini," ujarnya.

Baca Juga : Jadi Tersangka Korupsi, Kadis PUPR Lamsel Syahroni Dijebloskan Ke Rutan C1

Pompeo yang kerap mengkritik China dalam berbagai isu - mulai dari HAM sampai belanja infrastruktur di luar negeri - mengatakan, bantuan AS itu dapat diberikan secara langsung, ataupun melalui organisasi multilateral.

Dana bantuan itu akan diambil dari pos dana yang belum dikelompokkan, yang telah dialokasikan oleh pemerintah AS.

Janji AS untuk memberikan bantuan ini muncul, setelah Beijing mengkritik respon AS terhadap wabah new coronavirus di negaranya.

Baca Juga : Hidayat: Jangan Ragukan Nasionalisme Orang Sumbar

Beijing menyebut, AS hanya menyebar kepanikan dengan melarang warga asing yang datang dari China daratan, untuk memasuki wilayahnya.

Namun, dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Xi Jinping pada Jumat (7/2), Trump memuji respon China dalam menghadapi wabah virus Corona jenis baru, yang dinilainya sangat profesional.

Pompeo juga mengatakan, AS telah menyumbang 17,8 ton perlengkapan medis kepada China seperti masker, gaun bedah, kain kassa, dan respirator.

Baca Juga : PGN Alirkan Gas Ke Lima Industri Baja Di Cilegon

Virus Corona jenis baru yang memulai penyebarannya dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, kini telah menginfeksi 34.883 di lebih dari 24 negara di dunia, yang berakhir dengan 724 kasus kematian.

Sebanyak 722 kasus kematian terdapat di China, 1 di Hong Kong, dan 1 di Filipina). Sedangkan yang berhasil disembuhkan, baru 2.152 orang. [HES]