33 Orang Kena Corona, Singapura Panik

Virus corona/Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Virus corona/Ilustrasi (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Penyebaran virus corona di Singapura sudah mengkhawatirkan. Negeri Merlion itu pun menaikkan status ancaman corona ke level oranye alias waspada. Keputusan itu bikin warga panik.

Pengumuman status waspada itu disampaikan Menteri Kesehatan Singapura, Gan Kim Yong, Jumat sore (7/2). Keputusan itu diambil setelah makin banyak orang yang terkena corona di Singapura. Bahkan virus itu menulari orang yang tidak pernah berpergian ke China.

Sampai kemarin, 33 orang yang terjangkit virus mematikan itu. Kasus ke-31 adalah warga Singapura berusia 53 tahun yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke China dan tidak memiliki keterkaitan dengan kasus-kasus sebelumnya. Namun pernah melakukan perjalanan ke Malaysia. Kasus ke-32 dan 33 pun sama. Mereka tidak memiliki riwayat perjalanan ke China.

Berita Terkait : Demi Atasi Corona, Jokowi Hormati Saudi Tangguhkan Umroh

Melihat tiga kasus terakhir itu, pemerintah kemudian mengibarkan bendera oranye yang artinya waspada. Dalam panduan Kondisi Sistem Respons Wabah Penyakit atau DORSCON, ada lima warna untuk menunjukkan situasi. Kode warna itu adalah hijau, kuning, iranye dan merah, menunjukkan situasi saat ini. Warna oranye artinya penyakit ini dianggap parah dan menyebar dengan mudah dari orang ke orang, tetapi belum menyebar luas.

Dengan status oranye ini, Singapura mengumumkan langkah-langkah pencegahan untuk meminimalisir risiko penularan virus di masyarakat. Langkah pencegahan itu antara lain, mengimbau tidak melakukan aktivitas di luar ruangan.

Apabila ingin melakukan kegiatan dalam skala besar, penyelenggara harus melaksanakan pengukuran suhu badan. Peserta yang terindikasi flu atau demam dilarang ikut kegiatan. Mereka yang memiliki riwayat perjalanan ke China diminta untuk tidak menghadiri kegiatan tersebut. Penyelenggara juga harus menyiapkan sarana mencuci tangan yang memadai. Selanjutnya ada pemeriksaan kesehatan setiap hari di tempat kerja, meningkatkan perlindungan terhadap kelompok-kelompok rentan, menggunakan pemindai suhu badan di lembaga-lembaga kesehatan dan menunda kegiatan antarsekolah, kegiatan di luar sekolah hingga liburan akhir Maret 2020.

Berita Terkait : Tak Mau Negaranya Terjangkit Virus Corona, Arab Saudi Tutup Pintu Untuk Jamaah Umroh

"Masalah ini mungkin membutuhkan waktu untuk diselesaikan, mungkin berbulan-bulan. Hidup memang tidak bisa terhenti, tetapi kita harus mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan dan melanjutkan hidup," kata Kim Yong. Ia memastikan pemerintah akan melakukan yang terbaik untuk mengatasi situasi dan menjaga keamanan warga.

Pengumuman itu bikin warga panik. Mereka menyerbu supermarket untuk memborong bahan makanan yang tahan lama. Bahan yang paling banyak diburu adalah beras, mi instan dan ikan kalengan. Selain itu mereka juga membeli deterjen dan tisu.

Gambar-gambar yang beredar di media sosial pun menunjukkan rak-rak di sejumlah toko dan supermarket tampak tak tersisa diserbu warga negara dengan penduduk 5,7 juta jiwa ini. Warga khawatir keadaan makin parah dan pemerintah melarang aktivitas di luar rumah.

Berita Terkait : Astaghfirullah, Kasus Corona Korea Selatan Tembus 1.146

Tak hanya makanan yang diburu. Warga juga menyerbu toko obat-obatan. Salah satu toko yang diserbu adalah Mustafa Center yang berada di pusat kota. Warga yang membeli masker mengantre hingga seribu orang. Membuat antrean mengular lebih dari 1 kilometer. Karena stok terbatas, tiap pembeli hanya diperbolehkan membeli 1 kotak masker yang berisi 40 masker.

Melihat kepanikan itu, pemerintah Singapura pun mengimbau masyarakat untuk tenang. Menteri Perdagangan Chan Chun Sing mengatakan tidak perlu terburu-buru untuk membeli pasokan penting. "Tidak ada risiko kita kekurangan makanan penting atau barang-barang rumah tangga," tulisnya, di akun Facebook. [BCG]