Naikkan Status Waspada Corona, PM Singapura Tenangkan Warga Lewat YouTube

Turis memakai topeng untuk mencegah infeksi virus corona di Bandara Internasional Changi, Singapura pada 30 Januari 2020.  (Foto AFP / TTXVN)
Klik untuk perbesar
Turis memakai topeng untuk mencegah infeksi virus corona di Bandara Internasional Changi, Singapura pada 30 Januari 2020. (Foto AFP / TTXVN)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Singapura telah menaikkan status waspada corona dari kuning ke oranye, menyusul 40 kasus corona baru (2019-nCoV). Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong mengimbau warganya untuk tetap tenang dan tidak panik.

Melalui video YouTube yang diunggah Prime Minister's Office, Singapore, Sabtu (8/2). PM Lee bicara 3,55 menit. Ia meminta warga tetap tenang dan tak panik, serta tidak kalap memborong barang kebutuhan secara berlebihan.

Berikut video nya:

"Jangan beli kebutuhan pokok dan makanan secara berlebihan," seru PM Lee, dalam video tersebut.

Pada kesempatan itu, ia mengimbau warga Singapura tak menyebar berita-berita palsu dan saling menuduh. Ia juga meminta warganya tetap menjaga kebersihan dan selalu mengikuti petunjuk pemerintah dan beraktivitas seperti biasa dengan tetap waspada.

Berita Terkait : Demi Atasi Corona, Jokowi Hormati Saudi Tangguhkan Umroh

"Kita dulu pernah mengatasi virus SARS, kini kita lebih siap menghadapi virus baru ini," katanya. Ia juga mengapresiasi para petugas-petugas medis, dan juga warga Singapura yang saling membantu.

"Jaga kebersihan diri sendiri, keluarga dan lingkungan, jika anda tidak sehat segeralah ke dokter. Lanjutkan kehidupan anda seperti biasa. Pemerintah akan melipatgandakan usaha untuk membendung ancaman ini," katanya.

Pemerintah Singapura resmi menaikkan level waspada virus corona menjadi oranye sejak Jumat (7/2). Hal ini membuat masyarakat Singapura meningkatkan kesiagaan, termasuk membeli sejumlah barang dari sejumlah supermarket.

Melansir Strait Times, Sabtu (8/2), banyak supermarket yang kembali mengisi stok baik bahan makanan seperti mi instan, beras hingga tissue. Barang-barang ini diserbu pembeli karena kekhawatiran warga tidak bisa keluar rumah karena meningkatnya level kewaspadaan terhadap virus corona.

Berikut isi imbauan PM Singapura YouTube: "Saudara-saudari sekalian, kita telah menaikkan tahap DORSCON [Disease Outbreak Response System Condition, sistem waspada wabah penyakit] ke jingga, ini karena pemerintah mau melindungi rakyat Singapura sebaik mungkin, ancaman virus corona baru ini sedang pesat berkembang.

Kita mesti berani untuk segera bertindak dan dengan sewajarnya, termasuk mengambil langkah tegas, dan kita harus yakin bahwa bersama sama kita boleh mengatasinya. Kita pernah menewaskan wabah SARS, kini kita lebih bersedia menangani virus baru ini.

Berita Terkait : Bocah 1 Tahun Jadi Korban Virus Corona, Total Kasus di Singapura Kini 77

Setiap kita ada peranan, ikuti nasihat Kementerian Kesehatan dan dapatkan maklumat terkini dari sumber yang benar seperti MUIS [Majlis Ugama Islam Singapura] dan khidmat Whatsapp Gov.sg.

Jaga kebersihan diri sendiri, keluarga dan sekitaran kita, dan ambil langkah berjaga-jaga jika anda tidak sehat segeralah ke dokter. Lanjutkan kehidupan anda seperti biasa. Pemerintah akan melipatgandakan usaha untuk mengekang ancaman ini dengan sedaya upaya. Namun kita juga harus bersedia jika keadaan menjadi tambah buruk.

Kita belum sampai ketahap itu, dan mungkin ia tidak akan berlaku. Namun cabaran sebenar ancaman ini ialah kesannya terhadap perpaduan sosial dan daya tahan psikologi kita. Sifat takut dan cemas adalah suatu yang semulajadi.

Saya faham penyakit ini baru, dan kita semua mau melindungi diri sendiri dan orang orang yang kita sayangi. Tetapi rasa cemas itu bisa menjadi lebih bahaya daripada virus itu sendiri. Jadi, jangan biarkan rasa cemas membuat kita panik atau mengambil tindakan yang memburukkan keadaan.

Jangan sebarkan berita palsu. Jangan membeli bekalan pelitup dan makanan dengan berlebihan. Jangan menuduh mana-mana kumpulan bagi apa yang sedan berlaku sekarang. Sebaliknya, kita bantu membantu sesama jiran tetangga, sahabat handai dan rakyat yang lain, khususnya mereka yang lebih memerlukan.

Dalam masa-masa sukar ini, saya terharu melihat ramai rakyat Singapura yang mengulurkan bantuan. Ada yang memberikan pelitup secara percuma kepada orang ramai. Ada pelajar yang membekalkan makanan kepada teman-teman yang menjalani cuti ketidakhadiran.

Berita Terkait : Virus Corona Kini Telah Renggut 1.770 Nyawa Warga China

Dan para pekerja kesehatan yang bertarung nyawa di barisan terdepan merawat pesakit-pesakit kita. Terima kasih atas pengorbanan anda. Anda menjadikan sumber inspirasi kita semua. Ayo kita terus bertenang dan bersatu padu. Saya yakin bersama-sama, kita boleh mengatasi apa jua cabaran. Terima kasih."

Sebelumnya, wabah virus baru corona yang kian merebak membuat Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) meminta lembaga keuangan di Negeri Merlion untuk bersiap mengelola setiap peningkatan permintaan pada layanan keuangan tertentu, seperti penarikan tunai atau layanan keuangan online.

MAS, bank sentral dan otoritas moneter dan keuangan Singapura juga mengingatkan perusahaan keuangan agar berhati-hati terhadap ancaman keamanan siber.

Korban tewas dari wabah virus corona China terus bertambah dari hari ke hari. Berdasarkan data Gisanddata per Minggu pagi (9/2), kematian virus corona (nCoV) menjadi 813 orang. Data ini dirangkum dari WHO, CDC, ECDC, NHC, dan DXY. Jumlah korban corona sudah melewati wabah SARS yang ketika itu menewaskan 774 orang di seluruh dunia selama epidemi Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) 2002-2003. [MEL]