RMco.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros mengungkapkan, vaksin untuk new coronavirus atau virus Corona jenis baru yang bermula dari China, baru akan tersedia 1,5 tahun atau 18 bulan lagi. "Jadi, saat ini kita harus berperang melawan wabah, dengan senjata yang ada," ujar Ghebreyesus di Jenewa, Swiss, seperti dikutip Reuters, Selasa (11/2).

Ia menambahkan, virus Corona yang pertama kali menyebar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China itu sudah memiliki nama resmi. Namanya, COVID-19.

Baca Juga : Tenang, Kunci Pasien Covid-19 Cepat Sembuh

"Nama ini penting untuk menghindari stigma. Nama-nama lain, bisa saja tidak akurat," kata Ghebreyesus.

Diprediksi Bulan Ini

Baca Juga : Pasien Sembuh Di Flat Isolasi Mandiri Sebanyak 145 Orang

Lewat siaran TV pemerintah CCTV, pakar penyakit pernapasan China Zhong Nanshan memprediksi puncak wabah COVID-19 akan terjadi pada bulan ini.

"Kalau kita lihat, jumlah kasus baru menurun secara bertahap. Melalui model matematika, kita dapat memprediksi wabah ini akan mencapai puncaknya pada pertengahan atau akhir Februari, di China bagian selatan," papar Zhong.

Baca Juga : Teten Gandeng KPK Kawal Banpres UMKM

"Namun, sulit untuk memprediksi kapan persisnya. Itu akan sangat tergantung pada seberapa efektif langkah-langkah pencegahan dan pengendalian yang kita lakukan. Terlebih, saat ini semakin banyak orang melakukan perjalanan untuk kembali bekerja," imbuhnya. [HES]