RMco.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar China untuk Australia Cheng Jingye meminta Canberra mencabut larangan atas kedatangan warga asing dari China daratan, Senin (17/2).

Untuk diketahui, sejak 1 Februari, Australia tidak mengizinkan siapa pun yang datang dari China daratan - kecuali warga negaranya dan mereka yang sudah berstatus permanent resident - untuk memasuki wilayah Negeri Kanguru.

Hal itu dilakukan, untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.

Berita Terkait : Debat Face To Face Kedua Lawan Biden Terancam Batal

Cheng menyoroti jumlah kasus virus Corona di Australia, yang stabil di angka 15. Dengan alasan itu, Cheng meminta Australia untuk mengendurkan sikap, saat meninjau kembali kebijakan tersebut sebelum 22 Februari mendatang.

"Kami sangat berharap pemerintah Australia bisa mengambil pendekatan yang lebih seimbang, dan mau melonggarkan aturan tersebut. Kebijakan itu inkonsisten dengan rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO)," ujar Cheng kepada Sky News Australia, Senin (16/2).

Larangan bagi para pelancong yang tiba dari daratan China untuk memasuki wilayah Australia, sebenarnya berakhir pada 15 Februari. Namun, aturan tersebut diperpanjang lagi selama satu minggu.

Berita Terkait : Ribuan Orang Doakan Donald Trump

Perpanjangan lebih lanjut diputuskan berdasarkan pemantauan minggu ke minggu.

Sejak berjangkit pada akhir Desember 2019, virus Corona telah menyebar ke sedikitnya 25 negara, dan menginfeksi lebih dari 71 ribu orang, dengan angka kematian global 1.775 orang. Total pasien yang berhasil disembuhkan, berjumlah 10.615 orang.

Mayoritas kasus terjadi di China. Di luar Negeri Tirai Bambu, tercatat lima kasus kematian yang masing-masing terjadi di Hong Kong, Filipina, Jepang, Mesir, dan Prancis.

Baca Juga : 5 Lokasi Layanan Perpanjang SIM Di Jakarta Hari Ini

Terkait hal ini, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan, pihaknya akan memperhatikan saran pakar medis dalam meninjau ulang kebijakan tersebut. Meski ekonomi Australia cukup tertekan karenanya.

China yang mengirim turis dan mahasiswa lebih dari satu juta orang per tahun merupakan partner dagang Australia terbesar. [HES]