Tolak Atlet Israel

Malaysia Tak Kecewa Dicoret Jadi Tuan Rumah Paralimpik

Klik untuk perbesar
Syed Saddiq Syed Abdul Rahman. (Foto : Reuters Photo).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman teguh pada keputusan pemerintahnya yang melarang atlet Israel ikut serta dalam Olimpiade Renang Paralimpik tingkat dunia di Kuching, Serawak. Meski keputusan itu berujung pembatalan Malaysia sebagai tuan rumah.

Komite Paralimpik Internasional (IPC) mencoret Malaysia dari tuan rumah kompetisi tersebut. Saddiq tidak kecewa dengan keputusan itu. Dia mengingatkan IPC atas kejahatan Israel pada Palestina. Keputusan Malaysia adalah sebagai bentuk simpati kepada perjuangan Palestina.

“Jika menjadi tuan rumah event olahraga internasional jauh lebih penting daripada perjuangan saudara yang disiksa, dijajah, dan dibunuh rezim (Benjamin) Netanyahu, maka Malaysia kehilangan moralnya,” ujar Saddiq. Dia menambahkan, Amnesty International dan Human Rights Watch sudah memiliki banyak bukti pendindasan yang dilakukan rezim Netanyahu.

“Malaysia berdiri kokoh pada keputusannya untuk membela hak asasi manusia dan perjuangan rakyat Palestina. Kami tidak akan pernah kompromi,” tegas Syed Saddiq.

Berita Terkait : Menpora Malaysia Kurang Tulus

Kejuaraan ini akan menjadi ajang kualifikasi untuk Olimpiade Tokyo itu awalnya akan digelar di Kuching 29 Juli hingga 4 Agustus mendatang. IPC mengatakan, tempat baru akan dicari untuk tanggal yang sama, meskipun mungkin ada beberapa fleksibilitas mengingat keadaan.

IPC mengatakan, semua tuan rumah pengganti potensial diminta untuk menyatakan minatnya pada 11 Februari.

“Semua Kejuaraan Dunia harus terbuka untuk semua atlet dan negara yang memenuhi syarat untuk bersaing dengan aman dan bebas dari diskriminasi,” jelas Presiden IPC Andrew Parsons setelah pertemuan dewan pengurus IPC di London.

Parsons mengatakan, ketika Malaysia dianugerahi menjadi tuan rumah kejuaraan pada tahun 2017, IPC telah diberi jaminan bahwa semua atlet dan negara yang memenuhi syarat akan diizinkan untuk berpartisipasi dengan keselamatan mereka yang terjamin. “Sejak itu, telah terjadi perubahan kepemimpinan politik dan pemerintah baru Malaysia memiliki gagasan yang berbeda,” kata Parsons.

Baca Juga : Renang Estafet 4x100 M Gaya Ganti Putra Raih Perak SEA Games

“Ketika negara tuan rumah mengecualikan atlet dari negara tertentu, karena alasan politik, maka kami sama sekali tidak memiliki alternatif selain mencari tuan rumah kejuaraan baru,” tegasnya, dikutip Reuters, kemarin.

Malaysia, negara mayoritas Muslim yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, mengumumkan bulan ini bahwa mereka akan melarang warga Israel dari acara apa pun yang diadakan di negara Asia Tenggara itu.

Larangan itu muncul setelah Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan, warga Israel tidak diterima di Malaysia. “Kami merasa bahwa mereka melakukan banyak hal yang salah, tetapi lolos dengan itu karena tidak ada yang berani mengatakan apa-apa terhadap mereka,” kata Mahathir selama kunjungannya ke London.

Israel mengecam larangan Malaysia sebagai sikap memalukan. Menurut Israel keputusan itu diilhami sikap anti-Semitisme yang fanatik dari Mahathir.

Baca Juga : 100 Ribu Orang Meninggal Per Tahun Akibat TBC, Jokowi Siapkan Payung Hukum

Dalam wawancara dengan BBC Oktober lalu, Mahathir menyalahkan Israel atas masalah di Timur Tengah. Mahathir membela pernyataannya dengan mengatakan: adalah haknya untuk mengatakan sesuatu tentang tindakan Israel terhadap rakyat Palestina. [NST/BBC/DAY]