RMco.id  Rakyat Merdeka - Belum ada tanggal pasti kapan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad akan menyerahkan jabatannya ke Anwar Ibrahim. Setiap kali ditanya soal ini, politisi berusia 94 tahun ini seperti undur-undur. Maju-mundur.

Kapan Mahathir mundur? Apakah Anwar yang akan menggantikannya sesuai janji Mahathir? Mungkinkah Mahathir jadi perdana menteri sampai selesai 2021? Topik semacam itu yang tak pernah habis jadi bahan berita di media-media Malaysia. Topik ini pula yang bikin situasi politik di Malaysia terus menghangat.

Mahathir dilantik jadi perdana menteri pada 2017 setelah koalisi Pakatan Harapan (PH) menang pemilu. Dalam koalisi itu ada kesepatakan, Mahathir hanya akan menjabat 2 tahun saja. Lalu sisa masa jabatannya akan diserahkan ke Anwar. Hitungan dua tahun mestinya selesai Mei nanti. Namun dalam perjalanannya, Mahathir selalu menjawab pertanyaan itu dengan diplomatis. Ada kesan menunda-nunda. Malah suatu kali seakan tak ingin mundur.

Berita Terkait : Semesta Belum Merestui Anwar Ibrahim Jadi PM

Pertengahan Februari kemarin misalnya, Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim yang berada di Port Dickson, daerah pemilihannya, buru-buru menemui Mahathir di Putrajaya, Ibukota Malaysia. Pertemuan yang digelar tertutup itu digelar untuk menyikapi situasi politik teranyar. Ada upaya dari partai oposisi dan sebagian kecil dari pengurus PKR untuk mendukung Mahathir hingga akhir jabatan atau 2021.

Setelah pertemuan, Anwar memastikan Mahathir tetap memegang janjinya. Akan mundur di tengah jalan dan menyerahkan kekuasaan ke Anwar Ibrahim.

Agar isu ini tak terus digoreng oposisi, para pimpinan Koalisi Paparan Harapan menggelar pertemuan untuk membicarakan masalah perpindahan kekuasaan. Hasilnya, diputuskan pergantian kekuasaan diserahkan kepada Mahathir. Mahathir menyesebut suksesi akan dilakukan setelah konferensi Kerja sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), November 2020. Bukan Mei seperti yang didambakan kubu Anwar.

Berita Terkait : Anwar Ibrahim Klaim Didukung Parlemen Jadi PM

"Ini merupakan keputusan bulat," ujar Mahathir saat konferensi pers usai di Yayasan Kepemimpinan Perdana Putrajaya, Jumat malam. "Saya bangga bahwa semua orang menyerahkan kepada saya untuk memutuskan kapan saya ingin melepaskan jabatan saya. Saya akan memutuskan," kata Mahathir.

Saat jumpa pers Mahathir didampingi para pemimpin PH, yakni Wakil Perdana Menteri dan Presiden PH Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail, Presiden PKR Anwar Ibrahim, Presiden Partai Amanah Mohamad Sabu, Presiden Bersatu Tan Sri Muhyiddin Yassin dan Presiden DAP Lim Guan Eng.

Pada kesempatan tersebut Presiden PKR, Datuk Seri Anwar Ibrahim, mengakui perlu bersabar untuk sementara waktu hingga dirinya bisa dilantik sebagai Perdana Menteri ke delapan. Anwar mengatakan pendirian PH jelas dan tiada keraguan dari segi komitmen untuk memastikan Mahathir dapat menjalankan tugas dengan dokongan yang penuh.

Baca Juga : 5 Lokasi Layanan Perpanjang SIM Di Jakarta Hari Ini

Mahathir Mohamad yang juga Ketua Pakatan Harapan (PH) memimpin jalannya musyawarah tersebut yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Di tempat yang sama sebanyak 200 anggota Armada Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) mengadakan unjuk rasa damai mendukung pemerintahan Mahathir sampai selesai 2021. [BCG]