Diserbu Virus Corona, Italia Karantina 12 Kota

Peserta Karnaval Venesia mengenakan masker di Venesia, Minggu (23/2). (Foto Reuters/RM)
Klik untuk perbesar
Peserta Karnaval Venesia mengenakan masker di Venesia, Minggu (23/2). (Foto Reuters/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Korban virus corona meledak di Italia dalam empat hari ini. Tak mau gegabah, negeri Menara Pisa itu membuat 12 kota di bagian utara yang berpenduduk 50 ribu orang menjadi zona karantina.

Dilansir Daily Mail, tercatat kasus virus corona di Italia mencapai 155 dan yang meninggal tiga orang. "Saya terkejut dengan ledakan kasus ini," kata Perdana Menteri Giuseppe Conte dilansir Financial Times.

Berita Terkait : Waspada Wabah Corona, Australia Tutup Pintu Buat Warga Asing dari Iran

Conte memperingatkan warga jangan panik. Ia mengatakan, pemerintah akan berjuang mengendalikan virus tersebut yang dikhawatirkan meningkat dalam beberapa hari mendatang. "Kami akan melakukan apa saja untuk mengendalikan penularannya," tegasnya.

Italia menjadi negara pertama di Eropa yang mengumumkan kematian akibat virus corona pada Jumat (21/2). Dilansir DailyMail,  yaitu Adriano Trevisan (78) meninggal di sebuah rumah sakit di Padua setelah dirawat karena masalah kesehatan lain sepuluh hari yang lalu. Putrinya, Vanessa, adalah Wali Kota Vo 'Euganeo, kota kecil berpenduduk 3.300 orang yang sekarang dikarantina.

Berita Terkait : Kena Corona, Bisnis Merana

Selain itu, seorang wanita 77 tahun meninggal di Lombardy juga positif terinfeksi virus corona, tetapi belum jelas apakah itu penyebab kematiannya. Sedangkan korban ketiga yang diketahui terinfeksi virus corona adalah seorang pasien kanker wanita berusia lanjut yang meninggal hari ini.

Penyebaran virus corona terkonsentrasi bagian utara Italia. Umumnya di dua provinsi, Lombardy dan Veneto. Kedua wilayah itu pusat industri Italia. 

Berita Terkait : Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtekar Terjangkit Virus Corona

Perusahaan seperti Ray-Ban, Luxottica, hingga bank papan atas Italia, Unicredit meminta seluruh pekerja untuk bekerja di rumah sementara waktu.

Politisi Eropa mengatakan bahwa mereka khawatir tentang penyebaran virus corona. Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran mengatakan, kasus baru coronavirus di Prancis sangat mungkin dan otoritas kesehatan siap jika terjadi epidemi. Ia menambahkan sangat waspada terhadap situasi di Italia. [MEL]