RMco.id  Rakyat Merdeka - Raja Malaysia, Yang Dipertuan Agong Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah telah menerima pengunduran diri Mahathir Mohamad dari jabatan Perdana Menteri Malaysia pada pertemuan Senin (24/2) pukul 5 sore waktu setempat.

Sambil menunggu kepala pemerintahan yang baru, Mahathir akan menjalankan tugas sebagai perdana menteri sementara.

"Sultan Abdullah Ri'ayatuddin telah menunjuk Tun Dr Mahathir sebagai perdana menteri sementara, sampai seorang kepala pemerintahan ditunjuk," ungkap Kepala Sekretaris Pemerintah Mohd Zuki Ali, seperti dilansir The Straits Times, Senin (24/2).

Berita Terkait : Semesta Belum Merestui Anwar Ibrahim Jadi PM

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Aksi Demokratik Malaysia (DAP) Lim Guan Eng mengungkap alasan pengunduran diri Mahathir.

Menurutnya, Mahathir mundur karena menolak untuk bekerja dengan UMNO, di tengah spekulasi bahwa Partai Nasionalis Melayu akan bergabung dengan beberapa partai lain, untuk kembali berkuasa.

Koalisi Pakatan Harapan menyaksikan kepergian puluhan anggota parlemen pada hari ini, sehingga kekurangan mayoritas di parlemen.

Berita Terkait : Mahathir Nggak Bakal Nyalon di Pemilu 2023

Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) pimpinan Mahathir, yang memiliki 26 anggota parlemen telah memutuskan hengkang dari Koalisi Pakatan Harapan.

Sementara itu, 11 anggota parlemen dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) pimpinan Anwar Ibrahim juga memutuskan keluar, untuk membentuk blok independen.

Anggota parlemen yang mundur adalah faksi saingan kubu Anwar, yang dipimpin Wakil Presiden PKR yang menjabat Menteri Ekonomi Azmin Ali, serta Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Zuraida Kamaruddin.

Berita Terkait : Rakyat Thailand Tuntut Perdana Menteri Mundur

Keluarnya para anggota parlemen ini membuat koalisi Pakatan Harapan kekurangan suara mayoritas, yang berarti pemerintahan telah jatuh secara efektif.

Namun, Sekretaris Jenderal Partai Aksi Demokratik Malaysia (DAP) Lim Guan Eng mengatakan Pakatan Harapan masih memiliki dukungan mayoritas di parlemen. [HES]