Kebijakan Saudi Pantas Didukung

Demi Keamanan Umrah Stop Saja

Sejumlah anggota polisi dari Polres Bandara Soekarno Hatta, menghibur para calon jamaah umrah asal Lombok yang gagal berangkat ke  Tanah Suci, di  Terminal 3, kemarin. (Foto: Antara)
Klik untuk perbesar
Sejumlah anggota polisi dari Polres Bandara Soekarno Hatta, menghibur para calon jamaah umrah asal Lombok yang gagal berangkat ke Tanah Suci, di Terminal 3, kemarin. (Foto: Antara)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Corona bikin repot. Tak cuma merenggut nyawa dan menggoyang ekonomi, wabah dari China itu juga mengganggu jutaan calon jemaah umrah.

Kemarin, pemerintah Arab Saudi menutup semua jalur umrah dari negara luar. termasuk indonesia. akibatnya, ribuan calon jemaah yang akan terbang ke Saudi telantar di bandara. Bahkan, jemaah yang baru mendarat di Jeddah, akan dipulangkan kembali. Kebijakan Saudi ini layak didukung karena menjaga keamanan dan kesehatan juga sangat penting.

Keputusan Saudi itu bikin kaget banyak pihak. Pengumumannya disampaikan mendadak. Dirilis kemarin pagi dan langsung diterapkan. Padahal, sebelum-sebelumnya, tak pernah terdengar Saudi akan menutup akses masuk ke negaranya.

Larangan masuk ke Saudi disampaikan Kementerian Luar Negeri Saudi di akun Twitter resminya, @KSamofa EN. Kebijakan itu dilakukan karena Saudi khawatir dengan penyebaran virus corona. larangan berlaku untuk semua turis, pelancong, termasuk calon jemaah yang akan masuk Saudi.

Larangan juga berlaku bagi warga negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang menggunakan kartu ID Nasional.Pihak Saudi menyebut, prosedur ini bersifat sementara, dan akan terus dievaluasi.

Berita Terkait : Menag Upayakan Perpanjangan Visa Calon Jemaah yang Gagal Umroh

“Kerajaan memperbarui kebijakan untuk semua tindakan Internasional yang diambil demi membatasi penyebaran virus,” tulis Kemenlu Saudi.

Gara-gara keputusan itu, ribuan calon jemaah umrah asal Indonesia terkena dampaknya. Mereka tak bisa berangkat. Salah satu yang terdampak adalah rombongan calon jemaah asal Sumatera Utara. Padahal, rombongan ini sudah terbang dari Medan ke Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, dan siap terbang ke Saudi.

Namun, saat akan checkin di Terminal III Keberangkatan Internasional, aktivitas mereka tiba-tiba terhenti. Pihak maskapai menyampaikan pesawat tak bisa terbang lantaran dilarang otoritas Saudi.

Sontak, para calon jemaah kecewa. Raut mukanya muram dan bingung. Namun, mereka tetap bertahan di bandara. Ada duduk-duduk di kursi-kursi yang tersedia sambil termenung. Ada yang lesehan, ada juga yang tiduran. Tak dan koper mereka letakkan di samping masing-masing.

Sebanyak 90 orang calon jemaah yang berangkat dari travel milik Aa Gym juga terdampak. Mereka gagal berangkat. Agar tak kecewa, Aa Gym membesarkan hati para jemaahnya. Menurut dia, keputusan ini pasti yang terbaik. “Tidak ada yang harus dikecewakan karena niat sudah jadi amal, kalau niatnya ikhlas,” kata dai kondang tersebut.

Berita Terkait : Kemenag Pantau Jemaah Umroh yang Tertahan di Bandara

Masih tidak mengenakan juga menimpa jemaah yang sudah sampai Jiddah. Mereka tak melanjutkan perjalan ke Madinah. Mereka hanya menunggu di bandara. Kopor-kopor mereka berjejer. Sambil menunggu, hanya leyeh-leyeh.

Menyikapi keputusan Saudi itu, Menko PMK, Muhadjir Effendy, langsung melakukan rapat terbatas di kantornya. Ia menyiapkan berbagai kebijakan untuk mengantisipasi keputusan Saudi itu. Kepada para calon jemaah, Muhadjir meminta bersabar. “Saya mohon kesabarannya kalau mereka yang akan berangkat umrah sekarang mengalami penangguhan ini,” ucapnya.

“Kan umrah ini ibadah, ibadah harus ikhlas. Kalau memaksa, kan enggak baik, enggak cocok, ibadah kok ngotot. Kalau di sana tertutup, enggak boleh ada perjalanan umrah, diterima dengan sabar,” paparnya.

Menlu Retno Marsudi juga langsung memanggil Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Essam bin Abed Al Thaqafi. Dalam pertemuan itu, Dubes Saudi menyebutkan ada 23 negara yang positif virus corona. Salah satunya indonesia.

Retno pun heran dengan keputusan itu. “Kenapa Indonesia? Indonesia itu kan belum,” ucap Retno, di Kompleks istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : KBRI Riyadh Pantau Keberadaan Jamaah Umroh, Inilah Aturan Saudi

Keputusan Saudi ini juga jadi perhatian Ketua MPR, Bambang Soesatyo. Politisi yang akrab disapa Bamsoet ini meminta Saudi meninjau kebijaksanaan itu. Terlebih, sampai saat ini Indonesia masih bersih dari virus corona. Berbeda dengan Malaysia, Thailand, Singapura, India, Pakistan, dan yang sudah ditemukan banyak warganya terkena virus corona.

“Di indonesia, sejauh ini masih bersih. Pelarangan tersebut akan membuat sedih para jemaah Indonesia, yang setiap tahunnya tak kurang dari 1 juta jamaah melakukan ibadah umrah,” kata Bamsoet saat menerima kunjungan Sekjen LIga Muslim Dunia Syekh Muhammad Bin Abdul Karim Alissa, di gedung MPR, Jakarta, kemarin.

Sementara itu, Syekh Muhammad menyebut, keputusannya itu hanya bersifat sementara. “Ini demi keselamatan semuanya. Sementara (dihentikan). Setelah nanti selesai, akan dibuka lagi, Insya Allah,” kata Syekh Muhammad. [BCG]