WNI Aset Yang Paling Berharga

KBRI Wellington Kumpulkan Ketua Ormas di Selandia Baru

Dubes Indonesia Untuk Selandia Baru Tantowi Yahya sedang memimpin rapat koordinasi Ormas wilayah akreditasi KBRI Wellington, Sabtu (29/2). (Foto: KBRI Wellington)
Klik untuk perbesar
Dubes Indonesia Untuk Selandia Baru Tantowi Yahya sedang memimpin rapat koordinasi Ormas wilayah akreditasi KBRI Wellington, Sabtu (29/2). (Foto: KBRI Wellington)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 21 Ketua dan Pengurus Organisasi Masyarakat (Ormas) yang tersebar di Selandia Baru, Samoa, Tonga, dan Cook Islands berkumpul di Wellington pada Sabtu (29/2) mengikuti acara rapat koordinasi Ormas wilayah akreditasi KBRI Wellington.

Duta Besar RI Tantowi Yahya dalam kata sambutannya menekankan bahwa Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri merupakan aset paling berharga, ujung tombak dan mitra pelaksanaan diplomasi Indonesia di luar negeri.

“KBRI tidak mungkin dapat melaksanakan tugasnya dengan baik tanpa adanya peran aktif WNI sehingga para ketua Ormas diharapkan dapat menjadi jembatan penyambung antara KBRI dan masyarakat Indonesia” jelas Dubes Tantowi.

Selama rakor berlangsung, para peserta mendengarkan penjelasan dari seluruh fungsi yang ada di KBRI Wellington, seperti fungsi Protokol dan Konsuler, Ekonomi, Pensosbud, Politik, dan Atase Pertahanan dan dilanjutkan dengan diskusi interaktif.

Berita Terkait : Delegasi Wantimpres Disambut Upacara Budaya Maori di Selandia Baru

Paparan fungsi Protokol dan Konsuler mengawali acara sebagai bidang yang bersentuhan langsung dengan masyarakat mendapatkan perhatian khusus dari seluruh peserta rapat koordinasi.

Isu yang dibahas umumnya seputar perlindungan warga dan isu dwi kewarganegaraan. Selain penjelasan dari Fungsi-Fungsi, para peserta juga mendapatkan informasi terkini mengenai program dan target Pemerintah di berbagai bidang.

Tokoh masyarakat asal kota Invercargill, Reza Abdul Jabar, berpandangan bahwa isu dwi kewarganegaraan perlu segera dituntaskan oleh Indonesia.

Pengusaha ternak yang cukup sukses ini berpendapat bahwa aset ekonomi milik eks WNI yang ada di Selandia Baru terhitung sangat banyak.

Baca Juga : Kerek Daya Saing Industri, Menperin Ngarep Harga Gas Turun

“Jika mereka masih diijinkan memegang status WNI-nya, maka sebetulnya aset mereka merupakan aset Indonesia juga” tambah Reza.

Dubes Tantowi mengapresiasi jalannya diskusi yang dinamis seraya menambahkan bahwa meskipun KBRI hanya dapat menjalankan peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah dan DPR, namun seluruh hasil diskusi tersebut akan dilaporkan sebagai bahan pertimbangan pengembangan kebijakan luar negeri ke depannya.

Dalam acara ormas yang berlangsung sejak pukul 8 pagi hingga malam hari ini, para peserta juga mengapresiasi inisiatif Dubes RI dan jajaran KBRI Wellington yang untuk pertama kalinya mengundang para ketua ormas, berkumpul dan mendengarkan kebijakan Pemerintah Indonesia secara langsung.

Bapak Thomas yang merupakan Tokoh WNI di Tonga tampak berkaca-kaca saat menyampaikan apresiasinya. “Kegiatan ini sudah kami tunggu sejak lama dan akhirnya terealisasi juga” ucap WNI yang hidup di negara kepulauan di Pasifik ini.

Baca Juga : Waspada Wabah Corona, Australia Tutup Pintu Buat Warga Asing dari Iran

Di akhir acara, para Ketua Ormas yang telah lama hidup di luar negeri ini diundang makan malam perpisahan di Wisma Duta Besar RI untuk melepaskan rasa kangen mereka terhadap menu pecel lengkap hasil racikan Tim Rantang Wellington.

"Pertemuan seperti ini perlu dilakukan dalam rangka mengapresiasi mereka yang selama ini secara sukarela telah membantu tugas-tugas KBRI. Saya berharap materi yang diberikan selama rapat, membuat mereka makin siap dalam melayani dan berinteraksi dengan masyarakat," pungkas Tantowi. [SRI]