Virus Corona Gentayangan Di Mana-mana, AS Tunda Pertemuan Dengan Para Pemimpin ASEAN

Foto: SCMP
Klik untuk perbesar
Foto: SCMP

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah AS memutuskan untuk menunda pertemuan dengan para pemimpin ASEAN, yang sebelumnya dijadwalkan di Las Vegas pada 14 Maret mendatang, Jumat (28/2).

Keputusan itu diambil, mengingat virus Corona (Covid-19) saat ini terus bergentayangan di mana-mana. 

"Sebagai masyarakat internasional yang bekerja sama untuk memberantas wabah virus Corona, AS telah berkonsultasi dengan mitra ASEAN untuk menunda pertemuan dengan para pemimpin negara-negara Asia Tenggara. Ini adalah keputusan yang sulit," ujar seorang pejabat senior AS, seperti dilansir Reuters, Minggu (29/2).

Berita Terkait : Waspada Wabah Corona, Australia Tutup Pintu Buat Warga Asing dari Iran

Terkait hal ini, US-ASEAN Business Council mengatakan, penundaan itu turut berimbas pada pertemuan puncak teknologi utama, yang diagendakan mengiringi jadwal tersebut.

"Kami terus menggalang kerja sama dengan AS dan para pemimpin ASEAN, untuk memastikan acara ini tetap berlangsung di kemudian hari," ujar Vice President US-ASEAN Business Council, Elizabeth Dugan dalam pernyataannya.

Penundaan ini dilakukan di tengah kekhawatiran merebaknya virus Corona di AS. Terlebih, makin banyak negara yang mengumumkan kasus pertama virus Corona. Jumlah perusahaan yang membatasi perjalanan karyawannya pun terus bertambah. Belum lagi, pasar saham juga dilaporkan terus anjlok.

Berita Terkait : China Laporkan Penurunan Jumlah Kasus Infeksi Baru, Terendah Sejak 23 Januari

Jumlah kasus infeksi virus Corona yang terdeteksi di AS, saat ini masih relatif kecil. Hanya 60. Mayoritas korbannya adalah warga AS yang dipulangkan dari kapal Diamond Princess di Yokohama, Jepang.

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus Corona yang pertama kali terdeteksi di China pada akhir tahun 2019, kini telah menjangkiti lebih dari 82 ribu orang di dunia, merenggut lebih dari 2.700 nyawa di China, dan menyebabkan 57 kematian di 46 negara.

Wabah yang kini tampaknya telah mereda di China, justru memulai penyebarannya di berbagai negara di dunia. Saat ini, tiga perempat infeksi baru justru dibukukan oleh negara-negara di luar China. [HES]