Wabah Corona Sudah Renggut 43 Nyawa, Iran Larang Warganya Keluar Rumah

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour (Foto: Net)
Klik untuk perbesar
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour (Foto: Net)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour mengimbau warganya untuk berdiam diri di rumah, setelah jumlah kematian akibat virus Corona atau Covid-19 di negara tersebut menyentuh angka 43. Sementara total kasus terinfeksinya, berjumlah 593.

Untuk diketahui, angka kematian akibat Corona di Iran adalah yang terbesar di dunia, setelah China.

Di kawasan Timur Tengah, Iran menjadi pusat penyebaran wabah Corona. Mayoritas kasus Corona yang dilaporkan sejumlah negara di Timur Tengah, umumnya memiliki riwayat perjalanan ke negara tersebut.

Berita Terkait : Qatar Laporkan Kasus Pertama Virus Corona, Korbannya Baru Balik Dari Iran

"Dalam waktu 24 jam, sembilan orang meninggal dunia akibat virus Corona. Sehingga, total kasus kematian di Iran berjumlah 43," kata Jahanpour melalui siaran TV pemerintah, seperti dikutip Reuters, Sabtu (29/2).

Sebelumnya, pada Jumat (28/2), Menteri Kesehatan Iran Saeed Namaki mengatakan, Iran telah memasuki pekan tersulit sejak 19 Februari lalu.

Ketika, kasus pertama dan korban meninggal dunia akibat virus Corona diumumkan untuk pertama kalinya.

Berita Terkait : Virus Corona Gentayangan Di Mana-mana, AS Tunda Pertemuan Dengan Para Pemimpin ASEAN

Tingkat kematian di antara kasus yang terkonfirmasi di Iran, dilaporkan mencapai 10 persen. Sementara di tempat lain, hanya 3 persen.

Teheran juga telah menutup sekolah-sekolah hingga Selasa (2/3), yang dilanjutkan dengan penutupan universitas, serta pelarangan konser dan event olahraga selama sepekan.

Selain itu, warga Iran juga dilarang berkunjung ke rumah sakit dan panti jompo.

Berita Terkait : Waspada Wabah Corona, Australia Tutup Pintu Buat Warga Asing dari Iran

Sejumlah pejabat tinggi - seperti Wakil Presiden, Wakil Menteri Kesehatan, dan lima anggota parlemen telah dinyatakan terjangkit virus Corona.

Pada hari ini, media setempat melaporkan, seorang anggota parlemen Iran yang terpilih pada 21 Februari lalu, tutup usia karena virus Corona telah merenggut nyawanya. [HES]