AS Laporkan Kasus Kematian Pertama Akibat Virus Corona

Tangkapan layar siaran TV: Presiden AS Donald Trump (ketiga kiri) bersama Wakil Presiden Mike Pence, saat mengumumkan kasus kematian pertama akibat virus Corona di negara bagian Washington, AS, Sabtu (29/2). (Sumber: Twitter)
Klik untuk perbesar
Tangkapan layar siaran TV: Presiden AS Donald Trump (ketiga kiri) bersama Wakil Presiden Mike Pence, saat mengumumkan kasus kematian pertama akibat virus Corona di negara bagian Washington, AS, Sabtu (29/2). (Sumber: Twitter)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Di tengah gencarnya upaya menangkal wabah virus Corona atau Covid-19 yang dilakukan pemerintahan Donald Trump, Amerika Serikat (AS) melaporkan kematian pertama akibat virus tersebut di negara bagian Washington, pada Sabtu (29/2).

Pasien yang sakit kronis sebelum tertular Covid-19 itu, meninggal di RS EvergreenHealth, Kirkland, dekat Seattle.

"Masih belum jelas, bagaimana dia terkena virus," kata Jeffrey Duchin, Kepala Unit Penyakit Menular Departemen Kesehatan Washington, seperti dikutip Reuters, Minggu (1/3).

Washington melaporkan dua kasus terduga virus di fasilitas perawatan jangka panjang di Kirkland, yang saat ini memonitor kesehatan 50 warga dan staf.

Berita Terkait : Qatar Laporkan Kasus Pertama Virus Corona, Korbannya Baru Balik Dari Iran

Kasus pertama melibatkan pekerja medis berusia 40 tahun, yang saat ini berada dalam kondisi stabil. Satunya lagi, seorang wanita lansia berusia 70-an tahun yang berdomisili di Kirkland. Saat ini, kondisinya serius.

"Dalam hal ini, tak ada transmisi komunitas luas yang tersebar secara lokal. Korban diperkirakan tertular wabah di fasilitas jangka panjang ini," ujar Duchin.

Terkait hal ini, Gubernur Washington Jay Inslee mengungkapkan duka cita yang mendalam, untuk korban jiwa pertama akibat virus Corona di AS.

"Ini hari yang sangat menyedihkan. Seorang warga Washington meninggal dunia karena virus Covid-19. Doa kami menyertai keluarga dan kerabatnya," ungkap Inslee seperti dikutip Reuters, Minggu (1/3).

Berita Terkait : Makin Menggila, WHO Naikkan Status Darurat Wabah Corona ke Level Tertinggi

"Kami akan terus memperkuat upaya untuk menanggulangi wabah ini. Memastikan seluruh warga Washington senantiasa sehat, aman, dan mendapatkan informasi yang cukup soal virus Corona," imbuhnya.

Kematian pertama akibat virus Corona di AS yang terjadi setelah pasar saham bergejolak selama seminggu, meningkatkan kekhawatiran di kalangan pejabat kesehatan negara bagian dan federal.

Maklumlah, hingga saat ini, virus itu telah menyebar di 46 negara dan menginfeksi lebih dari 60 orang di Negeri Paman Sam.

Mayoritas kasus Corona di AS dialami oleh para pelancong yang dipulangkan dari China, yang merupakan titik pangkal penyebaran virus Covid-19.

Berita Terkait : China Laporkan Penurunan Jumlah Kasus Infeksi Baru, Terendah Sejak 23 Januari

Namun, kasus virus Corona yang tidak memiliki kaitan langsung dengan sumber virus di China, juga teridentifikasi di California, Washington, dan Oregon.

Fakta ini mendesak pemerintah AS untuk mencari strategi baru penanggulangan virus tersebut.

"Ini menandakan bahwa penyakit pernapasan yang menginfeksi hampir 80 ribu orang di China, dan merenggut lebih dari 2.800 nyawa di wilayah tersebut, bukan lagi fenomena impor. Melainkan sudah menjadi wabah lokal di negara ini," ujar otoritas kesehatan AS. [HES]