Setelah AS dan Australia, Thailand Laporkan Kematian Pertama Akibat Corona

Warga mengenakan masker pelindung di stasiun kereta Bangkok, Thailand. Foto ini diampil AFP pada 28 Januari 2020. (Foto AFP)
Klik untuk perbesar
Warga mengenakan masker pelindung di stasiun kereta Bangkok, Thailand. Foto ini diampil AFP pada 28 Januari 2020. (Foto AFP)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Setelah Amerika Serikat dan Australia, Thailand melaporkan kematian pertama akibat virus corona, Minggu (1/3).

Per hari ini, korban meninggal akibat Covid-19 berjumlah 2.978 jiwa. Sebagian besar korban meninggal terdapat di daratan China. Sebanyak 86.991 orang juga tercatat terinfeksi secara global. Namun, 42.326 orang juga telah dinyatakan sembuh dari penyakit virus Sars Cov-2 tersebut.

Menurut Dirjen Departemen Pengendalian Penyakit, Suwanchai Wattanayingcharoen, pria Thailand berusia 35 tahun yang juga mengalami deman berdarah meninggal akibat virus corona. Ini kematian pertama di Thailand. Negeri gajah putih itu mencatat 42 kasus virus corona sejak Januari, dengan 30 di antaranya dinyatakan sembuh dan 11 pasien lagi masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Berita Terkait : Geger Anjani Hamil Dan Corona

Korban bekerja di sektor ritel, di mana banyak melakukan kontak dengan warga asing selama awal kemunculan wabah tersebut. "Ini merupakan kasus penularan lokal, dan ia berisiko lantaran terpapar dengan turis China," kata Suwanchai saat konferensi pers.

Pasien awalnya dibawa ke rumah sakit swasta karena mengalami demam berdarah sejak 27 Januari. Ia lantas didiagnosa dengan virus corona dan dilarikan ke pusat pengobatan utama milik pemerintah pada 5 Februari, tambahnya. Ia akhirnya meninggal akibat gagal fungsi berbagai organ.

Sedangkan di Australia, pihak berwenang Australia melaporkan seorang pria asal Perth meninggal setelah terinfeksi virus corona  Ini menjadi kematian pertama akibat virus corona.

Berita Terkait : Thailand Umumkan Kasus Kematian Pertama Akibat Virus Corona

Kepala Petugas Kesehatan di Negara Bagian Barat Australia, Andrew Robertson, memaparkan pria berusia 78 tahun itu meninggal di Rumah Sakit Sir Charles Gairdner pada Minggu (1/3) pagi.

Dilansir Sydney Morning Herald, Pria tersebut bersama istrinya itu merupakan penumpang kapal pesiar Jepang, Diamond Princess, yang sempat dikarantina di perairan Yokohama, Jepang. Secara keseluruhan, ada 164 WN Australia yang menjadi penumpang kapal itu. Setelah dipulangkan,, pasangan itu bersama ratusan warga Australia lainnya langsung menjalani karantina lagi di Rumah Sakit Perth. Pria tersebut sempat dievakuasi bersama istrinya ke Darwin pada awal Februari dan kembali ke Perth pada 21 Februari.

Kementerian Kesehatan Australia mengonfirmasi, istri pria tersebut juga terinfeksi virus Corona pada jumat pekan ini. Sejauh ini, Australia mencatat ada 25 kasus virus corona di negaranya.

Berita Terkait : Australia Umumkan Kematian Pertama Akibat Virus Corona

Selanjutna, pasien pertama yang meninggal dunia di Amerika Serikat akibat corona merupakan seorang laki-laki berusia 50 tahun yang sudah memiliki masalah kesehatan lain sebelumnya. Direktur Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular AS atau CDC Robert Redfield menyebut pasien tersebut kemungkinan terinfeksi melalui penyebaran komunitas.

"Hasil investigasi saat ini menunjukkan infeksi tidak terkait dengan perjalanan dari luar negeri atau kontak dengan seseorang yang diketahui," ujar Redfield, dikutip dari CNN.

Saat ini terdapat 70 kasus positif dan dugaan positif virus corona di AS. Ini termasuk 44 orang yang dievakuasi Kapal Diamond Princess, tiga orang yang dipulangkan dari China, dan 23 kasus di AS. Sebanyak 23 kasus di AS, di antaranya di arizona, California, Illinois. [MEL]