Promosikan Budaya Indonesia, KBRI Den Haag Gelar Perayaan Galungan dan Kuningan

Suasana perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan KBRI Den Haag, di Aula Nusantara KBRI Den Haag, Sabtu (29/2). (Foto: Dok. KBRI Den Haag)
Klik untuk perbesar
Suasana perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan KBRI Den Haag, di Aula Nusantara KBRI Den Haag, Sabtu (29/2). (Foto: Dok. KBRI Den Haag)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka mempromosikan budaya Indonesia di Belanda, termasuk budaya religi Bali, dan bertepatan dengan perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, KBRI Den Haag menyelenggarakan doa bersama dan pertunjukan Budaya Religi Bali, di Aula Nusantara KBRI Den Haag, Sabtu (29/2). Acara dihadiri sekitar 200 orang. Mereka tidak hanya umat Hindu yang berdomisili di Belanda, Jerman, dan Belgia, namun juga masyarakat Indonesia, Diaspora, dan Friends of Indonesia.

Perayaan Galungan dan Kuningan di KBRI Den Haag dibuka dengan Tari Rejang Renteng. Para penari yang hanya terdiri dari wanita dan berjumlah ganjil, menari dengan cantik dan lincah. Tari ini sebagai lambang bahwa manusia di dunia harus berani melepas ego dan dapat hidup harmonis dengan alam agar tercipta keselarasan hidup.

Berita Terkait : KBRI Den Haag Suguhkan Angklung Diaspora bagi Para Pengungsi di Belanda

Rentak tarian berlalu dan berganti dengan alunan doa I Putu Sudiadnyana yang mengalun indah dan diikuti seluruh jemaat, baik warga Indonesia maupun Eropa. Seluruh umat mengikuti prosesi doa dengan penuh khusuk dan khidmat. Sesajian dari buah, aroma dupa, bunga, dan ornamen khas Pulau Dewata turut menghiasi dan menyempurnakan suasana perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan tahun ini.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, memimpin secara langsung perayaan ini. Dalam sambutannya, Dubes Puja memberikan ucapan selamat kepada seluruh umat Hindu yang merayakan Hari Raya Kuningan. Selanjutnya, Dubes mengharapkan agar perayaan ini tidak hanya semakin mendekatkan manusia kepada Sang Pencipta, namun juga kepada sesama, tidak hanya sesama umat Hindu namun juga sesama manusia tanpa memandang agama dan asal usul seseorang. Dengan saling menghormati dan menghargai satu sama lain, keselarasan hidup dapat tercipta dengan indah.

Baca Juga : Bank DKI Sukses Lakukan Sinergi BUMD, OJK Minta BPD Lain Tiru

Acara kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan berbagai tarian Bali, yang diiringi alunan musik gamelan. Dubes Puja dalam kesempatan tersebut juga ikut menampilkan Tari Topeng yang menyemarakkan suasana. Selain menampilkan keindahan kesenian dan budaya Bali, seluruh umat dan tamu yang hadir juga disuguhi oleh beragam masakan dan jajanan khas Nusantara.

Seluruh rangkaian acara Perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan mulai dari upacara ibadah, tarian, pagelaran musik gamelan, hingga makanan tradisional Nusantara merupakan upaya KBRI Den Haag untuk mempromosikan kekayaan budaya Indonesia, termasuk Budaya Religi Bali ke mancanegara. [USU]