Pemilu AS

Bakal Capres Gay Buttigieg Mundur dari Pertarungan Demokrat

Pete Buttigieg ingin Demokrat mendapatkan capres yang pantas untuk menumbangkan Presiden Donald Trump. (Foto AFP)
Klik untuk perbesar
Pete Buttigieg ingin Demokrat mendapatkan capres yang pantas untuk menumbangkan Presiden Donald Trump. (Foto AFP)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pete Buttigieg, bakal calon presiden gay pertama Amerika Serikat mundur dari pertarungan bursa capres Partai Demokrat untuk pemilihan presiden November mendatang. 

Buttigieg (38) mundur karena tidak mendapat hasil memuaskan dalam primary di South Carolina, Sabtu (29/2) waktu setempat. Ia hanya meraih 8 persen dukungan. Pada awalnya, ia menjadi salah satu bakal capres Demokrat yang berpotensi melawan kandidat Partai Republik Donald Trump yang merupakan Presiden AS saat ini. 

Kemenangan Joe Biden di South Carolina telah mendorongnya mundur menjelang pemilihan di 14 negara bagian yang dikenal dengan Super Tuesday. Dengan 48 persen suara di South Carolina, Biden unggul di atas rivalnya sesama Demokrat; Bernie Sanders.

Baca Juga : Agama Negara, Negara Agama dan Negara Sekuler (3)

Keluarnya Buttigieg baik bagi kubu Biden, karena kedua bakal capres itu telah bersaing di jalur yang sama. Mantan wali kota South Bend, negara bagian Indiana itu tidak serta merta menyatakan dukungan untuk Biden. Ia hanya menginginkan nominasi Demokrat yang pas dapat menumbangkan Trump.

 "Malam ini saya membuat keputusan yang sulit untuk menghentikan kampanye saya menuju kursi kepresidenan," katanya, dilansir New York Times, Senin (2/3)

Trump merespons cepat mundurnya Buttigieg di Twitter, Senin (2/3). Kata Trump  Partai Demokrat akan bertindak untuk menghentikan kemenangan Sanders.

Baca Juga : Mahathir Dipeluk Istri

“Pete Buttigieg keluar. Semua suara Super Tuesday-nya akan diberikan kepada Joe Biden,” tulis Trump.

“Waktu yang tepat. Ini adalah awal nyata dari Demokrat yang membawa Bernie keluar dari permainan,” lanjut Trump.

Dalam debat kandidat pekan lalu, Buttigieg menampilkan dirinya sebagai pemersatu moderat, memperingatkan bahwa perjuangan Sanders melawan Trump akan memecah belah bangsa.

Baca Juga : PGN Gasifikasi 52 Pembangkit Listrik PLN

“Saya beri tahu Anda apa artinya,” kata Buttigieg. “Itu berakhir sebagai empat tahun lagi (kekuasaan) Donald Trump,” katanya.

Buttigieg menekankan fokusnya adalah melakukan apa yang terbaik bagi partai untuk mengakhiri kekuasaan Trump. "Tujuan kami selalu membantu menyatukan orang Amerika untuk mengalahkan Donald Trump," pungkas Buttigieg, Minggu di South Bend. [MEL]