Larang Pakai Masker, Pemerintah Swiss Minta Warga Tidak Panik

Menteri Kesehatan Swiss, Alain Berset (tengah)  menggelar press conference soal pencegahan penularan virus COVID-19 di Bern, Swiss.
Klik untuk perbesar
Menteri Kesehatan Swiss, Alain Berset (tengah) menggelar press conference soal pencegahan penularan virus COVID-19 di Bern, Swiss.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Untuk mencegah kepanikan akibat merebaknya virus corona (COVID-19), pemerintah Swiss melarang warganya memakai masker di tempat publik. 

Otoritas keamanan Swiss menyatakan, bahwa Swiss adalah negara aman dan masih mampu mengendalikan penularan virus COVID-19 sehingga pemakaian masker dianggap menimbulkan kepanikan.

Tak hanya itu, pemerintah Swiss juga belum ada rencana untuk menutup perbatasan Swiss dengan negara-negara tetangganya.

Baca Juga : Kemenhub Tambah Kuota Mudik Gratis Motor dengan Kereta Api, Ini Jadwalnya

Duta Besar RI Untuk Bern, Swiss, Muliaman D Hadad mengatakan, Swiss mencatat, kenaikan jumlah kasus yang terkonfirmasi positif COVID-19 setiap harinya. Per 29 Februari 2020, tercatat 21 kasus positif yang tersebar di 9 kanton (provinsi) yang berbeda. Kebanyakan pasien mengaku, pernah melakukan perjalanan di Italia bagian utara pada beberapa hari sebelumnya.

“Untuk menghindari kepanikan warganya, Pemerintah Federal Swiss dan Kanton secara rutin menggelar konferensi pers melalui live streaming yang dapat diakses oleh semua orang,” tulis Muliaman dalam keterangan resminya, kemarin.

Melalui siaran tersebut, Swiss mengimbau agar setiap warga yang mengalami gejala awal COVID-19 agar melapor kepada dokter/klinik terdekat. Swiss juga menyediakan nomor gawat darurat khusus COVID-19 dan membuat laman khusus kampanye untuk meningkatkan kesadaran warganya.

Baca Juga : Kunjungan Bersama MPR, DPR, dan DPD ke Papua Wujud Solidaritas Lembaga Perwakilan Rakyat

KBRI Bern juga turut mengimbau masyarakat Indonesia di Swiss, untuk mengikuti seluruh imbauan Pemerintah Swiss, serta memantau perkembangan virus ini melalui laman resmi Departemen Kesehatan Swiss.

Untuk menjamin pelayanan masyarakat yang maksimal, KBRI Bern pun terus mengingatkan agar seluruh masyarakat Indonesia di Swiss dan Liechtenstein melaporkan dirinya.

“Kami sudah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI, dan juga mengajak WNI untuk melakukan pemutakhiran data pribadi melalui mekanisme lapor diri”, ucapnya.

Baca Juga : Kemenhub Minta Thermal Scanner Dipasang Di Stasiun Dan Terminal

Namun dikatakan Muliaman, belum ada rencana untuk menutup perbatasan Swiss dengan negara-negara tetangganya, walaupun maskapai nasionalnya Swiss International Airlines telah menutup penerbangan dari dan menuju Tiongkok sampai dengan pertengahan Maret 2020.

“Sejumlah kegiatan publik seperti pameran motor dan otomotif di Jenewa, pameran jam tangan Baselworld di Basel, serta festival musim semi di kota-kota besar di Swiss juga telah dibatalkan,” tegasnya. [NOV]