Jumlah Kasus Infeksi Hampir 5.000, Korsel Nyatakan Perang Terhadap Virus Corona

Presiden Korsel, Moon Jae-in (Foto: EPA-EFE)
Klik untuk perbesar
Presiden Korsel, Moon Jae-in (Foto: EPA-EFE)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in akhirnya menyatakan perang terhadap virus Corona atau Covid-19, pada Selasa (3/3).

Moon pun langsung menginstruksikan jajarannya untuk menambah jumlah ranjang rumah sakit, dan mengamankan pasokan masker, setelah terjadi lonjakan 600 kasus baru.

Korsel adalah negara kedua yang paling parah terdampak wabah Corona, setelah China.

Moon tak hanya meminta maaf atas kelangkaan masker wajah di Korsel, tetapi juga menjanjikan dukungan bagi pemulihan ekonomi di negara terbesar keempat di Asia.

Berita Terkait : Thailand Umumkan Kasus Kematian Pertama Akibat Virus Corona

"Seluruh negara kini sedang memasuki kondisi perang melawan penyakit menular. Wabah di Daegu dan Gyeongbuk kini juga telah mencapai puncaknya," ungkap Moon dalam sidang kabinet, seperti dikutip Reuters, Selasa (3/2).

"Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Korea, karena tak mampu menyediakan suplai masker yang cukup," imbuhnya.

Korea Selatan saat ini telah mencatat 4.812 kasus infeksi, dengan 28 angka kematian.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) mengungkap, 90 persen korban terinfeksi virus tersebut berada di Daegu dan provinsi yang berbatasan, Gyeongsang Utara.

Berita Terkait : Australia Umumkan Kematian Pertama Akibat Virus Corona

Virus yang mengawali penyebarannya di China pada akhir Desember 2019, mulai terdeteksi di Korsel pada 20 Februari 2020, setelah seorang jemaat berusia 61 tahun - yang demam sejak 10 Februari 2020 - menghadiri sebuah acara kebaktian di Gereja Shincheonji Yesus, Daegu.

Lebih dari separuh kasus Covid-19 di Korsel, dikaitkan dengan gereja tersebut. Terkait hal ini, otoritas berwenang mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan kesehatan terhadap 190 ribu jemaat gereja tersebut, hingga Selasa (3/3).

Sang pemimpin sekte Lee Man-hee (88) bahkan sempat diancam bakal ditahan, jika tak mau diperiksa kesehatannya.

Lee yang telah dinyatakan negatif Corona, minta maaf kepada publik Korsel sambil dua kali sujud, dalam sebuah konferensi pers yang ditayangkan Stasiun TV, Senin (2/3).

Berita Terkait : AS Laporkan Kasus Kematian Pertama Akibat Virus Corona

Dia minta ampun, karena sektenya kerap dikaitkan dalam membludaknya wabah Corona di Negeri Ginseng.

Lee juga menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan pemerintah Korsel, untuk memberantas virus tersebut.

Sementara itu, Otoritas Seoul telah menuntut para pemimpin Shincheonji dengan dakwaan pembunuhan dan pelanggaran lainnya, atas penyebaran virus Covid-19 yang bermula dari gereja sekte tersebut. [HES]