Berhasil Sembuhkan Semua Pasien Corona, Vietnam Patut Dicontoh

Petugas menyemprotkan disinfektan pada mobil di Provinsi Thai Nguyen, Vietnam, 7 Februari 2020. (Foto Reuters)
Klik untuk perbesar
Petugas menyemprotkan disinfektan pada mobil di Provinsi Thai Nguyen, Vietnam, 7 Februari 2020. (Foto Reuters)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Di tengah penyebaran virus corona, Vietnam memberikan kabar baik. Seluruh pasien corona di negeri Ho Chi Minh itu sembuh. Keberhasilan Vietnam ini patut dicontoh.

Seluruh pasien positif corona yang berjumlah 16 orang di Vietnam dinyatakan sembuh dan telah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit pada Rabu pekan lalu. Salah satunya seorang pria berusia 50 tahun berinisial NVV.

Sebelumnya, NVV diketahui tertular corona dari putrinya, perempuan 23 tahun berinisial NTD. Keduanya adalah warga distrik Son Loi di bagian utara Vinh Phuc. NTD adalah satu dari delapan pekerja sebuah perusahaan Jepang yang baru kembali dari Wuhan, China, pada17 Januari. Enam di antara rombongan yang berangkat, termasuk NTD, positif terinfeksi. Korban termuda adalah bayi berusia 3 bulan, dengan yang tertua 73 tahun.

Dilansir Al Jazeera, selama 15 hari terakhir, Vietnam menyatakan belum menemukan adanya kasus infeksi terbaru. Kasus terakhir infeksi corona terjadi pada 13 Februari di sebuah desa di utara Hanoi, yang ditutup selama 20 hari terakhir. Meski sudah berhasil menyembuhkan pasien corona, Wakil Perdana Menteri Vietnam Vu Duc Dam, tak mau juma- wa. Dia mengatakan, jika diibaratkan perang, Vietnam baru memenangkan babak pertama.

Berita Terkait : Alhamdulilah Kasus Corona Menurun, China Tutup Satu RS Darurat

“Kami belum meraih kemenangan total dalam pertempuran ini. Karena segalanya tidak bisa diprediksi,” jelas Vu merujuk kepada penyebaran virus di seluruh dunia.

Perwakilan Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Vietnam, Dr Kidong Park, menyebut, respons yang konsisten dan proaktif adalah kunci sukses Vietnam menyembuhkan para korban infeksi corona.

Kasus penyebaran corona pertama di Vietnam terjadi ketika dua warga China terinfeksi di Ho Chi Minh City, 23 Januari 2020. Pemerintah pusat akhirnya mendeklarasikan darurat nasional pada 1 Februari, ketika enam orang resmi terjangkit.

Kemudian, pada 13 Februari, Kementerian Kesehatan memerintahkan isolasi terhadap 10.600 penduduk Son Loi selama 20 hari. Vietnam kemudian mengaktifkan sistem respons mereka dengan mengintensifkan pengawasan dan menggalakan pengujian laboratorium. Mereka juga memastikan tidak ada infeksi di fasilitas kesehatan, menyegel informasi negatif atau hoaks, hingga kolaborasi dari berbagai sektor.

Berita Terkait : Fahira Dipolisikan Soal Cuitan Corona

Wakil Menteri Kesehatan Vietnam, Nguyen Thanh Long, pernah menuturkan, belum ada vaksin yang ampuh untuk menyembuhkan virus corona. Karena itu, mereka hanya mengandalkan prinsip dasar. Yakni, pekerja medis diharuskan mengikuti sejumlah protokol untuk me-nilai tingkat keparahan infeksi.

Pertama, dokter harus merawat orang yang menunjukkan gejala. Kedua, pasien bakal mendapat level perawatan tinggi, yang mereka juga melakukan diet.

Ketiga, tim medis harus terus memperhatikan tingkat penyerapan oksigen dalam darah si pasien. Selain berjibaku di rumah sakit, Vietman juga melakukan perlindungan kepada siswa dengan tetap meliburkan kegiatan belajar mengajar. Jutaan murid dari 63 kota seantero Vietnam hingga saat ini masih belum bersekolah sejak ditutup pada Tahun Baru Imlek.

Keberhasilan Vietnam, bisa dicontoh Indonesia. Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, menyarankan Kemenkes berkonsultasi dengan Pemerintah Vietnam.

Berita Terkait : Singapura Temukan 6 Pasien Baru Corona, 3 Pernah ke Batam

“Saya sarankan @KemenkesRI agar segera konsultasi dengan pihak Vietnam terkait pengobatan yang mereka lakukan,” kata Ferdinand di akun twitter @fedinandhaean2, kemarin.

Ferdinand berharap, pemerintah bisa segera mempelajari cara-cara Vietnam mengobati pasien virus corona. Sehingga penyebaran virus di Indonesia bisa dihentikan. [OKT]