Setelah Larang Warga Asing, Kini Arab Saudi Tak Izinkan Warganya Umroh

Setelah Larang Warga Asing, Kini Arab Saudi Tak Izinkan Warganya Umroh
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Arab Saudi kini memperluas larangan ibadah umroh, sebagai upaya penekanan laju penyebaran virus Corona di negara-negara Teluk.

Saudi yang sebelumnya menyetop kedatangan jamaah umroh dari berbagai negara, akhirnya resmi melarang warganya untuk menjalankan ibadah tersebut.

Berita Terkait : Bhutan Yang Terisolir Pun Kena Virus Corona

Ibadah Umroh dapat dilakukan kapan saja. Pelaksanaannya dapat diselesaikan dalam hitungan jam. Beda dengan ibadah Haji. Salah satu rukun Islam itu, hanya bisa dilakukan pada bulan Dzulhijjah (sesuai penanggalan Qamariyah, Red), dan menghabiskan waktu hingga 40 hari.

"Aturan ini diberlakukan pemerintah Arab Saudi untuk mencegah penyebaran wabah virus Corona di negara-negara Teluk," demikian bunyi pernyataan Saudi Press Agency (SPA), Rabu (4/3).

Berita Terkait : Jangan Panik, Jangan Timbun Makanan, Tirulah Gaya Hidup Sehat Warga Desa

Pekan lalu, Arab Saudi telah menyetop kedatangan jamaah umroh dari berbagai negara. Masjid Nabawi di Madinah, masuk dalam area yang tak boleh dikunjungi.

Ibadah Haji yang lazimnya diikuti sekitar tiga juta orang, tahun ini akan berlangsung pada 28 Juli sampai 2 Agustus mendatang.

Berita Terkait : Virus Corona Sudah Sampai di Arab Saudi, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Makin Dijaga Ketat

Sejauh ini, pemerintah Arab Saudi belum menerbitkan aturan apa pun soal ibadah Haji, terkait virus Corona. [HES]