RMco.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Kanada dan Perwakilan Kanada untuk Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Jakarta, menyelenggarakan acara speed mentoring atau bimbingan singkat bagi profesional perempuan di Jakarta, kemarin.

Acara ini bagian dari kegiatan memperingati Hari Perempuan Internasional. Para mentor datang dari beberapa profesi. Kali ini, ada Farah Quinn dari bidang kuliner. Berawal dari chef yang kerap nongol di televisi, perempuan kelahiran Bandung ini memiliki sejumlah usaha makanan. Mulai dari bisnis snack hingga bisnis oleh-oleh kekinian yang menjadi mesin penghasilannya.

Selain itu hadir Duta Besar Swedia Marina Berg. Executive Director Indonesia Business coalition for women’s empowerment, Maya Juwita. Vivien Kusumowardhani selaku President Director CIMB Sun Life. Dan Kolonel Nita Siahaan perwakilan dari TNI AD.

Baca Juga : Hanya Orang Gila Yang Tak Percaya Corona Ada

Kali ini Sakdiyah Ma’ruf ditunjuk kembali sebagai pembawa acara tersebut. Ini merupakan kali kedua Kedubes Kanada setelah menghelat acara serupa Maret tahun lalu. “Kanada sangat berkomitmen terhadap kesetaraan gender termasuk pemberdayaan ekonomi perempuan dan kepemimpinan perempuan,” kata Duta Besar Kanada Cameron MacKay di wisma Kanada, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, partisipasi penuh perempuan dalam masyarakat sangat penting untuk kesehatan ekonomi keluarga. Meski demikian, sejatinya perempuan akan menghadapi rintangan khas saat meniti karier. “Inilah sebabnya pada hari ini (kemarin) kami mempertemukan perempuan profesional untuk saling berbagi masukan, pengalaman, dan nasihat,” ujar McKay.

Dubes MacKay menilai keputusan perempuan dalam bertindak berdampak positif bagi keberlangsungan bangsa. “Kita semua melihat manfaatnya ketika wanita diberdayakan secara ekonomi. Mulai dari mereka yang tinggal di desa terpencil hingga mereka yang menjabat sebagai CEO di perusahaan,” sambungnya.

Baca Juga : RUU Cipta Kerja Semoga Tidak Ciptakan Petaka

Sebab itulah institusinya menghadirkan sembilan perempuan sukses untuk duduk bersama 49 perempuan muda demi berbagi bimbingan dan keahlian. Dalam acara speed mentoring, para peserta dan pembimbing diberi kesempatan untuk saling berbagi masukan, pengalaman dan nasihat tentang cara mengatasi berbagai rintangan khas yang dihadapi para profesional perempuan dalam berkarier.

Terlihat ada tujuh meja yang disediakan Kedubes Kanada bagi para peserta. Setiap meja diisi 8-9 peserta termasuk pembimbing untuk berdiskusi agar bisa membantu satu sama lain menjadi lebih baik. Sesekali Dubes MacKay menghampiri setiap meja guna menyimak pengalaman peserta.

Di akhir diskusi, masing-masing perwakilan diberikan kesempatan maju untuk berbagi pengalamannya. Hari Perempuan Internasional dirayakan pada 8 Maret setiap tahun. Hari Perempuan Internasional pertama kali diperingati pada 28 Februari 1909 di New York, Amerika Serikat. [UMM]